Bank Rakyat Indonesia unit Peranap tidak profesional, demijian kesimpulan saya. Ceritanya bermula ketika pada tanggal 5 Januari yang lalu, saya mengirim uang untuk keperluan putra sulung saya yang sedang menuntut ilmu di Pondok Pesantren Nurul Hidayah Bantan Tua Bengkalis.
Uang tersebut saya kirim kepada rekening adik ipar saya di Bengkalis melalui BRI UNIT PERANAP. Namun setelah menunggu sampai hari ini (15/1) uang tersebut belum juga masuk ke rekening dimaksud. Saya pun lalu mendatangi BRI menanyakan duduk persoalannya. Saya lalu dilayani seorang karyawati. Setelah saya perlihatkan lembar kuning slip tranfer, eh tahu tahu sang karyawati dengan enteng berkata "mau diambil uangnya, apa dilanjutkan tranfernya, bang?". Saya jadi bingung dan balik bertanya "belum jadi dikirim, ya buk?". Kata si karyawati sih sudah, tapi balik lagi. Memang pada hari saya mentransfer tidak satupun aplikasi yang di validasi, termasuk aplikasi saya. "mau nya kemarin abang tahu kode bank nya" karyawati itu melanjutkan ocehannya. Saya jadi geram mendengarnya. Untung saya masih bisa bersikap sabar. "sekarang abang fotokopi KTP dan beli materai rp 6000, agar bisa kita proses" lanjutnya tanpa mempedulikan kekecewaan saya. Karena ingin selesai cepat, saya lalu menurut saja tanpa sempat bertanya.
Yang membuat saya amat kecewa adalah tidak adanya penjelasan maupun keteranga apa pun dari pihak bank. Kalau dinilai dari jumlahnya, barangkali kiriman saya tak ada arti bagi karyawati itu, hanya lima ratus ribu rupiah. Tapi bagi kami amat sangat bernilai, mengingat uang tersebut dibutuhkan untuk kelanjutan "hidup" anak saya di "rantau".
Sudahlah tanpa penjelasan, urusannya berbelit, eh saya masih dibebankan ongkos kirim sekali lagi sebesar dua belas ribu rupiah. Padahal sewaktu transfer tanggal 5 Januari itu pun saya sudah dibebankan ongkos kirim sejumlah yang sama. Ternyata apa yang jadi slogan atau motto dari BRI belum difahami dan dihayati oleh karyawannya sendiri. Baru sebatas kalimat pembentuk imej belaka.
SELAMAT DATANG..!
Terima kasih anda telah mengunjungi blog PERANAP.COM
Mari berbagi pengalaman dan pendapat disini ...
banyaklah buah perkara buah
buah mengkudu lekat di batang
banyaklah tuah perkara tuah
tuah melayu berkasih sayang..
Mari berbagi pengalaman dan pendapat disini ...
banyaklah buah perkara buah
buah mengkudu lekat di batang
banyaklah tuah perkara tuah
tuah melayu berkasih sayang..
Kamis, 15 Januari 2009
Rabu, 14 Januari 2009
Peristiwa Besar dalam Kalender Arab
Berikut adalah peristiwa besar yang terjadi pada hari-hari dalam kalender arab kuno, masehi dan hijriyah.
#Awal atau minggu atau ahad
1. Allah menciptakan alam semesta.
2. Allah menciptakan binatang-binatang.
3. Allah menciptakan api neraka.
4. Allah menciptakan bumi yang ke tujuh.
5. Allah menciptakan samudra dan lautan yang ke tujuh.
6. Allah menciptakan anggota badan manusia yang ke tujuh.
7. Allah menciptakan hari yang ketujuh.
#Ahwanu atau senin atau itsnain
1. Nabi Idris as dinaikkan Allah ke langit.
2. Nabi Musa as mengunjungi Bukit Tursina.
3. Bukti ke Esa-an Allah diturunkan. Qul huwallahu ahad.
4. Nabi Muhammad saw dilahirkan.
5. Wahyu pertama disampaikan Jibril kepada Nabi Muhammad saw.
6. Rasulullah wafat.
#Jabbar atau selasa atau tsulasa
1. Nabi Yahya as terbunuh.
2. Nabi Zakaria as terbunuh.
3. Para tukang sihir fir'aun terbunuh.
4. Asiah, isteri fir'aun terbunuh.
5. Lembu kaum Bani Israel disembelih.
6. Habil anak Nabi Adam as terbunuh.
#Dabbar atau rabu atau arba'a
1. Qarun hancur binasa.
2. Fir'aun dan bala tentaranya tenggelam dalam lautan.
3. Raja Namrud pada masa Nabi Ibrahim as ditewaskan nyamuk.
4. Umat Nabi Saleh as yang zalim dihancurkan oleh Jibril dengan teriakan keras.
5. Syahdad bin 'Ad musnah.
6. Umat Nabi Hud as yang keras kepala dimusnahkan oleh Allah dengan hembusan badai topan.
#Mu'annas atau kamis atau khamis
1. Nabi Ibrahim memasuki kerajaan Mesir.
2. Saudara-saudara Nabi Yusuf as menemuinya dan mereka dilayani dengan baik.
3. Bunyamin menemui Nabi Yusuf as di Mesir.
4. Nabi Ya'kub as bertemu dengan anaknya Yusuf as.
5. Nabi Musa as memasuki Mesir.
6. Nabi Muhammad saw memasuki Mekkah.
#'Urubah atau jum'at atau jumu'ah (berhimpun)
1. Nabi Adam as menikah dengan Siti Hawa.
2. Nabi Yusuf as menikah dengan Siti Zulaikha.
3. Nabi Musa as menikah dengan Siti Shafura anak Nabi Syu'aib as.
4. Nabi Sulaiman as bin Daud as menikah dengan Siti Balqis, ratu kerajaan Sabak.
5. Rasulullah saw menikah dengan Siti Khadijah.
6. Ali bin Abi Thalib ra menikah dengan Siti Fatimah azzahrah.
7. Rasulullah saw menikah dengan Siti 'Aisyah.
#Syair atau sabtu (memotong)
1. Nabi Nuh as diolok-olok kaumnya.
2. Nabi Saleh as ditipu umatnya.
3. Nabi Yusuf as ditipu saudara-saudaranya.
4. Nabi Musa as ditindas oleh Fir'aun.
5. Nabi Isa as diperdaya oleh kaum Yahudi.
6. Nabi Muhammad saw menjadi topik bahasan kafir Quraisy.
Demikianlah antara lain yang saya kutip dari Buku Pintar Agama Islam edisi senior, cetakan ke xiii Muharram 1424 H/Maret 2003, halaman 425, penyusun Syamsul Rijal Hamid, penerbit Penebar salam. Semoga ada manfaatnya.
#Awal atau minggu atau ahad
1. Allah menciptakan alam semesta.
2. Allah menciptakan binatang-binatang.
3. Allah menciptakan api neraka.
4. Allah menciptakan bumi yang ke tujuh.
5. Allah menciptakan samudra dan lautan yang ke tujuh.
6. Allah menciptakan anggota badan manusia yang ke tujuh.
7. Allah menciptakan hari yang ketujuh.
#Ahwanu atau senin atau itsnain
1. Nabi Idris as dinaikkan Allah ke langit.
2. Nabi Musa as mengunjungi Bukit Tursina.
3. Bukti ke Esa-an Allah diturunkan. Qul huwallahu ahad.
4. Nabi Muhammad saw dilahirkan.
5. Wahyu pertama disampaikan Jibril kepada Nabi Muhammad saw.
6. Rasulullah wafat.
#Jabbar atau selasa atau tsulasa
1. Nabi Yahya as terbunuh.
2. Nabi Zakaria as terbunuh.
3. Para tukang sihir fir'aun terbunuh.
4. Asiah, isteri fir'aun terbunuh.
5. Lembu kaum Bani Israel disembelih.
6. Habil anak Nabi Adam as terbunuh.
#Dabbar atau rabu atau arba'a
1. Qarun hancur binasa.
2. Fir'aun dan bala tentaranya tenggelam dalam lautan.
3. Raja Namrud pada masa Nabi Ibrahim as ditewaskan nyamuk.
4. Umat Nabi Saleh as yang zalim dihancurkan oleh Jibril dengan teriakan keras.
5. Syahdad bin 'Ad musnah.
6. Umat Nabi Hud as yang keras kepala dimusnahkan oleh Allah dengan hembusan badai topan.
#Mu'annas atau kamis atau khamis
1. Nabi Ibrahim memasuki kerajaan Mesir.
2. Saudara-saudara Nabi Yusuf as menemuinya dan mereka dilayani dengan baik.
3. Bunyamin menemui Nabi Yusuf as di Mesir.
4. Nabi Ya'kub as bertemu dengan anaknya Yusuf as.
5. Nabi Musa as memasuki Mesir.
6. Nabi Muhammad saw memasuki Mekkah.
#'Urubah atau jum'at atau jumu'ah (berhimpun)
1. Nabi Adam as menikah dengan Siti Hawa.
2. Nabi Yusuf as menikah dengan Siti Zulaikha.
3. Nabi Musa as menikah dengan Siti Shafura anak Nabi Syu'aib as.
4. Nabi Sulaiman as bin Daud as menikah dengan Siti Balqis, ratu kerajaan Sabak.
5. Rasulullah saw menikah dengan Siti Khadijah.
6. Ali bin Abi Thalib ra menikah dengan Siti Fatimah azzahrah.
7. Rasulullah saw menikah dengan Siti 'Aisyah.
#Syair atau sabtu (memotong)
1. Nabi Nuh as diolok-olok kaumnya.
2. Nabi Saleh as ditipu umatnya.
3. Nabi Yusuf as ditipu saudara-saudaranya.
4. Nabi Musa as ditindas oleh Fir'aun.
5. Nabi Isa as diperdaya oleh kaum Yahudi.
6. Nabi Muhammad saw menjadi topik bahasan kafir Quraisy.
Demikianlah antara lain yang saya kutip dari Buku Pintar Agama Islam edisi senior, cetakan ke xiii Muharram 1424 H/Maret 2003, halaman 425, penyusun Syamsul Rijal Hamid, penerbit Penebar salam. Semoga ada manfaatnya.
Label:
fir'aun,
hari arab,
islam,
nabi menikah,
nabi terbunuh,
nabi-nabi,
peristiwa besar,
qarun
Senin, 12 Januari 2009
Pilih BENAR atau KONSISTEN?
Setelah mengikuti sebuah diskusi politik di Pekanbaru, seorang teman pernah bertanya kepada saya begini, "jika kepada anda disuruh memilih satu diantara dua pilihan berikut, mana yang anda pilih, pilih KONSISTEN atau pilih BENAR?". Lama juga saya tercenung memandangi teman saya ini. Dalam juga pertanyaan kawan ini, pikir saya.
Kedua kata itu rasanya memang mempunyai implikasi tersendiri. Konsisten menjadikan orang teguh memegang dan mempertahankan prinsip. Ia merupakan sikap. Padanannya barangkali ISTIQAMAH dalam bahasa arab. Sedangkan "benar" atau "kebenaran" lebih merupakan keyakinan hati terhadap suatu yang diyakini dapat menimbulkan kemaslahatan bersama. Tidak ada keraguan didalamnya. Keduanya saling memerlukan untuk dapat tumbuh maksimal dalam mencapai tatanan sosial masyarakat yang dicita-citakan yakni BALDATUN THAYIBATUN WA RABBUN GHAFUR.
Kekonsistenan saja tanpa mempertimbangkan prinsip-prinsip kebenaran hanya akan melahirkan sikap egoistis bahkan cenderung otoriter. Sementara kebenaran tapi tidak konsisten hanya akan dicap sebagai orang yang plin plan, tidak memiliki prinsip. "Benar-benar konsisten" atau "konsisten benar" belum lah merupakan sebuah prinsip sempurna. Lain halnya dengan "KONSISTEN DALAM KEBENARAN", ia akan melahirkan sikap mental yang lebih mendekati sempurna. Semestinya inilah prinsip itu. Jadi bukan "konsisten" atau "benar" itu yang prinsip. Keduanya hanyalah sikap: bersikap konsisten; bersikap benar. Yang jadi prinsip adalah konsisten dalam kebenaran tadi.
Sekarang bagaimana jika kedua unsur itu saling berbenturan/ bertentangan. Salah satu harus dipilih. Memilih konsisten dalam mempertahankan pendapat/ sikap yang belakangan kita sadari kekeliruan/ kesalahannya atau, memilih kebenaran dan mengubah pendapat serta mengakui kekeliruannya yang berakibat pada ketidak konsistenan? Meskipun kemungkinan banyak yang akan memilih opsi kedua tapi saya pikir berat juga melaksanakannya. Wah saya sudah "dijebak" oleh kawan saya ini.
Didalam Islam terdapat juga perintah untuk kedua sikap ini. Kita diperintah untuk menegakkan kebenaran. Kita juga diperintah untuk bersikap istiqamah. Namun perintah untuk menegakkan kebenaran selalu lebih dahulu, lebih utama dan lebih ditegaskan. SAMPAIKANLAH KEBENARAN ITU MESKIPUN PAHIT.
Sekarang, jika kepada anda dihadapkan pertanyaan seperti tadi, bagaimana pendapat anda? Apakah anda akan memilih "benar" atau "konsisten"? Tapi salah satu ya.
Kedua kata itu rasanya memang mempunyai implikasi tersendiri. Konsisten menjadikan orang teguh memegang dan mempertahankan prinsip. Ia merupakan sikap. Padanannya barangkali ISTIQAMAH dalam bahasa arab. Sedangkan "benar" atau "kebenaran" lebih merupakan keyakinan hati terhadap suatu yang diyakini dapat menimbulkan kemaslahatan bersama. Tidak ada keraguan didalamnya. Keduanya saling memerlukan untuk dapat tumbuh maksimal dalam mencapai tatanan sosial masyarakat yang dicita-citakan yakni BALDATUN THAYIBATUN WA RABBUN GHAFUR.
Kekonsistenan saja tanpa mempertimbangkan prinsip-prinsip kebenaran hanya akan melahirkan sikap egoistis bahkan cenderung otoriter. Sementara kebenaran tapi tidak konsisten hanya akan dicap sebagai orang yang plin plan, tidak memiliki prinsip. "Benar-benar konsisten" atau "konsisten benar" belum lah merupakan sebuah prinsip sempurna. Lain halnya dengan "KONSISTEN DALAM KEBENARAN", ia akan melahirkan sikap mental yang lebih mendekati sempurna. Semestinya inilah prinsip itu. Jadi bukan "konsisten" atau "benar" itu yang prinsip. Keduanya hanyalah sikap: bersikap konsisten; bersikap benar. Yang jadi prinsip adalah konsisten dalam kebenaran tadi.
Sekarang bagaimana jika kedua unsur itu saling berbenturan/ bertentangan. Salah satu harus dipilih. Memilih konsisten dalam mempertahankan pendapat/ sikap yang belakangan kita sadari kekeliruan/ kesalahannya atau, memilih kebenaran dan mengubah pendapat serta mengakui kekeliruannya yang berakibat pada ketidak konsistenan? Meskipun kemungkinan banyak yang akan memilih opsi kedua tapi saya pikir berat juga melaksanakannya. Wah saya sudah "dijebak" oleh kawan saya ini.
Didalam Islam terdapat juga perintah untuk kedua sikap ini. Kita diperintah untuk menegakkan kebenaran. Kita juga diperintah untuk bersikap istiqamah. Namun perintah untuk menegakkan kebenaran selalu lebih dahulu, lebih utama dan lebih ditegaskan. SAMPAIKANLAH KEBENARAN ITU MESKIPUN PAHIT.
Sekarang, jika kepada anda dihadapkan pertanyaan seperti tadi, bagaimana pendapat anda? Apakah anda akan memilih "benar" atau "konsisten"? Tapi salah satu ya.
Minggu, 11 Januari 2009
Bagaimana mengatasi permasalahan Aneka widget
Atas nasehat beberapa orang teman, saya akhirnya memasang beberapa widget pelengkap di blog ini. Seperti yang anda lihat, sekarang blog saya dilengkapi top komentator, who's online, dan translate this blog.
Sebagai newbie sebenarnya saya amat awam dengan cara pemasangan aneka widget tersebut. Untungnya saya memiliki sahabat seperti Indra hasbi yang bersedia membantu dan memberi dorongan.
Sebelumnya saya termasuk orang yang kurang peduli dengan keberadaan segala macam widget. Setelah diyakinkan dan diberi penjelasan, barulah saya merasa ternyata penting juga rupanya. Bayangkan saja, andaikata ada pengakses eropa (ceile..!?) nyasar ke blog ini setelah mencari di blogcatalog.com atau topblogarea.com dan lain sebagainya, maka akan sulit memahami isi blog ini tanpa widget translate. Wah.! Dasar gaptek agaknya saya. Baru tahu fungsinya sekarang. Saya berharap anda tidak sedang mentertawakan saya saat ini. Karena saya tinggal di kampung jadi saya harap anda dapat pula memakluminya. Untunglah saya tidak kampungan. Saya tidak mau selalu berada dalam ketertinggalan dan keterbelakangan terutama dalam bidang teknologi dan informasi. Saya harus cari tahu dan belajar banyak hal agar tidak ditinggalkan zaman. Ups..narsis!!
Kita tinggalkan cerita itu. Ada persoalan serius namun agak lucu setelah saya memasang widget translate. Setelah terpasang, iseng saya coba translate ke bahasa inggris. Apa yang terjadi? Ternyata banyak kalimat dalam blog ini yang menjadi aneh setelah di translate. Diantaranya, untuk top komentator yang saya ubah judulnya menjadi nan slalu menyapa setelah di translate berubah menjadi " nan slalu greet". Lalu untuk postingan terakhir yang saya ubah judul menjadi catatan ringan terkini berubah pula menjadi "note ringan terkini".
Tapi yang paling "memilukan" adalah pantun melayu di awal blog saya yang sudah porak poranda setelah di translate. Pantun itu berbunyi:
banyaklah buah perkara buah
buah mengkudu lekat di batang
banyaklah tuah perkara tuah
tuah melayu berkasih sayang
setelah di translate hasilnya jadi:
banyaklah fruit of the fruit
mengkudu sticky fruit in the trunk
banyaklah luck of luck
wither berkasih my luck
Aduhai, apa yang terjadi dengan blog saya jika kebetulan ada orang membaca dalam bahasa inggris. Mungkin pesan yang ingin saya bangun lewat pantun itu tidak sampai. Sengaja saya tulis artikel seperti ini dengan harapan ada diantara anda yang dapat mengatasi permasalahan seperti itu atau yang memiliki informasi tentang hal itu. Saya berharap anda bersedia menularkan ilmunya itu kepada saya agar blog peranap.com ini tampil lebih sempurna. Semoga saja..
Sebagai newbie sebenarnya saya amat awam dengan cara pemasangan aneka widget tersebut. Untungnya saya memiliki sahabat seperti Indra hasbi yang bersedia membantu dan memberi dorongan.
Sebelumnya saya termasuk orang yang kurang peduli dengan keberadaan segala macam widget. Setelah diyakinkan dan diberi penjelasan, barulah saya merasa ternyata penting juga rupanya. Bayangkan saja, andaikata ada pengakses eropa (ceile..!?) nyasar ke blog ini setelah mencari di blogcatalog.com atau topblogarea.com dan lain sebagainya, maka akan sulit memahami isi blog ini tanpa widget translate. Wah.! Dasar gaptek agaknya saya. Baru tahu fungsinya sekarang. Saya berharap anda tidak sedang mentertawakan saya saat ini. Karena saya tinggal di kampung jadi saya harap anda dapat pula memakluminya. Untunglah saya tidak kampungan. Saya tidak mau selalu berada dalam ketertinggalan dan keterbelakangan terutama dalam bidang teknologi dan informasi. Saya harus cari tahu dan belajar banyak hal agar tidak ditinggalkan zaman. Ups..narsis!!
Kita tinggalkan cerita itu. Ada persoalan serius namun agak lucu setelah saya memasang widget translate. Setelah terpasang, iseng saya coba translate ke bahasa inggris. Apa yang terjadi? Ternyata banyak kalimat dalam blog ini yang menjadi aneh setelah di translate. Diantaranya, untuk top komentator yang saya ubah judulnya menjadi nan slalu menyapa setelah di translate berubah menjadi " nan slalu greet". Lalu untuk postingan terakhir yang saya ubah judul menjadi catatan ringan terkini berubah pula menjadi "note ringan terkini".
Tapi yang paling "memilukan" adalah pantun melayu di awal blog saya yang sudah porak poranda setelah di translate. Pantun itu berbunyi:
banyaklah buah perkara buah
buah mengkudu lekat di batang
banyaklah tuah perkara tuah
tuah melayu berkasih sayang
setelah di translate hasilnya jadi:
banyaklah fruit of the fruit
mengkudu sticky fruit in the trunk
banyaklah luck of luck
wither berkasih my luck
Aduhai, apa yang terjadi dengan blog saya jika kebetulan ada orang membaca dalam bahasa inggris. Mungkin pesan yang ingin saya bangun lewat pantun itu tidak sampai. Sengaja saya tulis artikel seperti ini dengan harapan ada diantara anda yang dapat mengatasi permasalahan seperti itu atau yang memiliki informasi tentang hal itu. Saya berharap anda bersedia menularkan ilmunya itu kepada saya agar blog peranap.com ini tampil lebih sempurna. Semoga saja..
Selasa, 06 Januari 2009
TAHUN BARU
Alhamdulillah, itulah kata pertama yang terlontar dari mulut saya begitu tahu signal internet indosat sudah online lagi. Sekedar diketahui, sejak tanggal 31 Desember 2008 yang lalu, pengguna indosat di Peranap dan sekitarnya hanya dapat menikmati panggilan telepon biasa dan layanan sms saja. Padahal dengan program internet murah nya, indosat melalui im3 telah meraup pelanggan yang tidak sedikit di Peranap. Sebagian besar teman saya langsung membeli kartu perdana im3 dan mengaktifasi setting di hp mereka. Produk lain bukan tidak ada, tetapi relatif lebih mahal. Karena tidak dapat mengakses internet itu pula, blog saya tidak dapat di update belakangan ini.
Tetapi sudahlah, sekarang semua sudah normal kembali. Kecuali satu, yakni kesibukan saya yang akhir-akhir ini memang agak meningkat. Kebetulan saya diminta untuk mencarikan penceramah dan pengisi acara untuk beberapa masjid dan mushalla di sekitar tempat tinggal kami. Mengingat momen nya dalam suasana peringatan tahun baru hijriah, kebanyakan penceramah di Peranap juga sibuk.Sebisa saya sudah saya coba untuk melaksanakan amanah yang dipercayakan tersebut. Sekali lagi, alhamdulillah, semuanya lancar. Khusus untuk Masjid Agung Miftahuljannah, kami berhasil menghadirkan penceramah dari ibukota propinsi. Ustadz Syafrial Alidin, S.Ag, M.Ag dari Pekanbaru.
Kemudian melalui blog ini saya juga ingin mengucapkan " selamat tahun baru hijriah, 1 Muharram 1430 H". Semoga ditahun yang baru ini Allah swt berkenan melimpahkan lebih banyak lagi nikmat dan karunia-Nya kepada kita, menjauhkan bala dan marabahaya dari kita, memperteguh iman dan aqidah kita serta mengabulkan do'a, harapan dan cita-cita kita. Semoga...
(tulisan ini baru dapat saya terbitkan hari ini, setelah sejak tanggal 4 januari yang lalu berbentuk draft)
Tetapi sudahlah, sekarang semua sudah normal kembali. Kecuali satu, yakni kesibukan saya yang akhir-akhir ini memang agak meningkat. Kebetulan saya diminta untuk mencarikan penceramah dan pengisi acara untuk beberapa masjid dan mushalla di sekitar tempat tinggal kami. Mengingat momen nya dalam suasana peringatan tahun baru hijriah, kebanyakan penceramah di Peranap juga sibuk.Sebisa saya sudah saya coba untuk melaksanakan amanah yang dipercayakan tersebut. Sekali lagi, alhamdulillah, semuanya lancar. Khusus untuk Masjid Agung Miftahuljannah, kami berhasil menghadirkan penceramah dari ibukota propinsi. Ustadz Syafrial Alidin, S.Ag, M.Ag dari Pekanbaru.
Kemudian melalui blog ini saya juga ingin mengucapkan " selamat tahun baru hijriah, 1 Muharram 1430 H". Semoga ditahun yang baru ini Allah swt berkenan melimpahkan lebih banyak lagi nikmat dan karunia-Nya kepada kita, menjauhkan bala dan marabahaya dari kita, memperteguh iman dan aqidah kita serta mengabulkan do'a, harapan dan cita-cita kita. Semoga...
(tulisan ini baru dapat saya terbitkan hari ini, setelah sejak tanggal 4 januari yang lalu berbentuk draft)
Label:
harapan,
hijrah,
masjid agung,
muharram,
Peranap,
syafrial alidin,
tahun baru
Langganan:
Komentar (Atom)