SELAMAT DATANG..!

Terima kasih anda telah mengunjungi blog PERANAP.COM

Mari berbagi pengalaman dan pendapat disini ...

banyaklah buah perkara buah
buah mengkudu lekat di batang
banyaklah tuah perkara tuah
tuah melayu berkasih sayang..
Tampilkan postingan dengan label kinerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kinerja. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Januari 2009

BRI PERANAP TAK PROFESIONAL

Bank Rakyat Indonesia unit Peranap tidak profesional, demijian kesimpulan saya. Ceritanya bermula ketika pada tanggal 5 Januari yang lalu, saya mengirim uang untuk keperluan putra sulung saya yang sedang menuntut ilmu di Pondok Pesantren Nurul Hidayah Bantan Tua Bengkalis.

Uang tersebut saya kirim kepada rekening adik ipar saya di Bengkalis melalui BRI UNIT PERANAP. Namun setelah menunggu sampai hari ini (15/1) uang tersebut belum juga masuk ke rekening dimaksud. Saya pun lalu mendatangi BRI menanyakan duduk persoalannya. Saya lalu dilayani seorang karyawati. Setelah saya perlihatkan lembar kuning slip tranfer, eh tahu tahu sang karyawati dengan enteng berkata "mau diambil uangnya, apa dilanjutkan tranfernya, bang?". Saya jadi bingung dan balik bertanya "belum jadi dikirim, ya buk?". Kata si karyawati sih sudah, tapi balik lagi. Memang pada hari saya mentransfer tidak satupun aplikasi yang di validasi, termasuk aplikasi saya. "mau nya kemarin abang tahu kode bank nya" karyawati itu melanjutkan ocehannya. Saya jadi geram mendengarnya. Untung saya masih bisa bersikap sabar. "sekarang abang fotokopi KTP dan beli materai rp 6000, agar bisa kita proses" lanjutnya tanpa mempedulikan kekecewaan saya. Karena ingin selesai cepat, saya lalu menurut saja tanpa sempat bertanya.

Yang membuat saya amat kecewa adalah tidak adanya penjelasan maupun keteranga apa pun dari pihak bank. Kalau dinilai dari jumlahnya, barangkali kiriman saya tak ada arti bagi karyawati itu, hanya lima ratus ribu rupiah. Tapi bagi kami amat sangat bernilai, mengingat uang tersebut dibutuhkan untuk kelanjutan "hidup" anak saya di "rantau".
Sudahlah tanpa penjelasan, urusannya berbelit, eh saya masih dibebankan ongkos kirim sekali lagi sebesar dua belas ribu rupiah. Padahal sewaktu transfer tanggal 5 Januari itu pun saya sudah dibebankan ongkos kirim sejumlah yang sama. Ternyata apa yang jadi slogan atau motto dari BRI belum difahami dan dihayati oleh karyawannya sendiri. Baru sebatas kalimat pembentuk imej belaka.