SELAMAT DATANG..!

Terima kasih anda telah mengunjungi blog PERANAP.COM

Mari berbagi pengalaman dan pendapat disini ...

banyaklah buah perkara buah
buah mengkudu lekat di batang
banyaklah tuah perkara tuah
tuah melayu berkasih sayang..
Tampilkan postingan dengan label konsisten. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label konsisten. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Januari 2009

Pilih BENAR atau KONSISTEN?

Setelah mengikuti sebuah diskusi politik di Pekanbaru, seorang teman pernah bertanya kepada saya begini, "jika kepada anda disuruh memilih satu diantara dua pilihan berikut, mana yang anda pilih, pilih KONSISTEN atau pilih BENAR?". Lama juga saya tercenung memandangi teman saya ini. Dalam juga pertanyaan kawan ini, pikir saya.



Kedua kata itu rasanya memang mempunyai implikasi tersendiri. Konsisten menjadikan orang teguh memegang dan mempertahankan prinsip. Ia merupakan sikap. Padanannya barangkali ISTIQAMAH dalam bahasa arab. Sedangkan "benar" atau "kebenaran" lebih merupakan keyakinan hati terhadap suatu yang diyakini dapat menimbulkan kemaslahatan bersama. Tidak ada keraguan didalamnya. Keduanya saling memerlukan untuk dapat tumbuh maksimal dalam mencapai tatanan sosial masyarakat yang dicita-citakan yakni BALDATUN THAYIBATUN WA RABBUN GHAFUR.

Kekonsistenan saja tanpa mempertimbangkan prinsip-prinsip kebenaran hanya akan melahirkan sikap egoistis bahkan cenderung otoriter. Sementara kebenaran tapi tidak konsisten hanya akan dicap sebagai orang yang plin plan, tidak memiliki prinsip. "Benar-benar konsisten" atau "konsisten benar" belum lah merupakan sebuah prinsip sempurna. Lain halnya dengan "KONSISTEN DALAM KEBENARAN", ia akan melahirkan sikap mental yang lebih mendekati sempurna. Semestinya inilah prinsip itu. Jadi bukan "konsisten" atau "benar" itu yang prinsip. Keduanya hanyalah sikap: bersikap konsisten; bersikap benar. Yang jadi prinsip adalah konsisten dalam kebenaran tadi.

Sekarang bagaimana jika kedua unsur itu saling berbenturan/ bertentangan. Salah satu harus dipilih. Memilih konsisten dalam mempertahankan pendapat/ sikap yang belakangan kita sadari kekeliruan/ kesalahannya atau, memilih kebenaran dan mengubah pendapat serta mengakui kekeliruannya yang berakibat pada ketidak konsistenan? Meskipun kemungkinan banyak yang akan memilih opsi kedua tapi saya pikir berat juga melaksanakannya. Wah saya sudah "dijebak" oleh kawan saya ini.

Didalam Islam terdapat juga perintah untuk kedua sikap ini. Kita diperintah untuk menegakkan kebenaran. Kita juga diperintah untuk bersikap istiqamah. Namun perintah untuk menegakkan kebenaran selalu lebih dahulu, lebih utama dan lebih ditegaskan. SAMPAIKANLAH KEBENARAN ITU MESKIPUN PAHIT.

Sekarang, jika kepada anda dihadapkan pertanyaan seperti tadi, bagaimana pendapat anda? Apakah anda akan memilih "benar" atau "konsisten"? Tapi salah satu ya.