SELAMAT DATANG..!

Terima kasih anda telah mengunjungi blog PERANAP.COM

Mari berbagi pengalaman dan pendapat disini ...

banyaklah buah perkara buah
buah mengkudu lekat di batang
banyaklah tuah perkara tuah
tuah melayu berkasih sayang..
Tampilkan postingan dengan label masjid agung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masjid agung. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Juni 2010

PADANG MAKMUR

Padang Makmur, demikian insyaallah nama desa baru yang akan hadir di Kecamatan Peranap.

Adalah masyarakat di dua RW yakni RW 04 (sidodadi) dan RW 06 (lembah sago) yang beberapa waktu lalu mengadakan musyawarah untuk memekarkan wilayah dalam Kelurahan Peranap ini menjadi desa baru. Musyawarah yang dihadiri Bapak Lurah Peranap, Zainal Abidin, ini melahirkan beberapa point penting. Diantaranya, pertama,
warga di dua RW ini bersepakat untuk mendirikan sebuah desa baru yang mandiri. Kedua, desa yang akan dibentuk tersebut diberi nama PADANG MAKMUR. Diambil dari nama daerah Padang Timah, sebuah pusat pengembalaan ternak di Kelurahan Peranap, yang mudah-mudahan menjadi lebih makmur sebagaimana namanya.

Tersebutlah beberapa nama sebagai penggagas dan motor dari pemekaran ini. Mereka antara lain Bapak Lurah Peranap Zainal Abidin, M. Taher, Ratman, Raja Thamrin, Agus Fanri. Saya sendiri diamanahi menjadi sekretaris panitia pemekaran.

Apa yang menarik dari pemekaran wilayah ini?
Menurut saya, pemekaran tentulah memiliki tujuan agar wilayah yang dimekarkan dapat menjadi lebih sejahtera dari sebelumnya. Kehidupan bermasyarakat jadi lebih baik, beban masyarakat lebih ringan dan tata kelola pemerintahan menjadi lebih singkat dan cepat.

Dilihat dari aspek dan faktor pendukung, wilayah Padang Makmur ini memang memiliki sejumlah potensi. Empat buah tempat ibadah (Masjid/ Mushallah) berada di wilayah ini dari sekitar 18 yang terdapat di Kelurahan Peranap. Jarak ke Pasar Peranap hanya 0,5 km. Sekolah dan fasilitas olahraga untuk pemuda cukup memadai. Jarak ke Tempat Pemakaman Umum sekitar 500 meter. Jarak ke pusat kecamatan lebih kurang 1 km. Namun semua potensi yang ada ini hanya akan menjadi sebuah kesia-siaan belaka jika tidak dikelola dan didayagunakan secara tepat dan bijak.

Selasa, 06 Januari 2009

TAHUN BARU

Alhamdulillah, itulah kata pertama yang terlontar dari mulut saya begitu tahu signal internet indosat sudah online lagi. Sekedar diketahui, sejak tanggal 31 Desember 2008 yang lalu, pengguna indosat di Peranap dan sekitarnya hanya dapat menikmati panggilan telepon biasa dan layanan sms saja. Padahal dengan program internet murah nya, indosat melalui im3 telah meraup pelanggan yang tidak sedikit di Peranap. Sebagian besar teman saya langsung membeli kartu perdana im3 dan mengaktifasi setting di hp mereka. Produk lain bukan tidak ada, tetapi relatif lebih mahal. Karena tidak dapat mengakses internet itu pula, blog saya tidak dapat di update belakangan ini.



Tetapi sudahlah, sekarang semua sudah normal kembali. Kecuali satu, yakni kesibukan saya yang akhir-akhir ini memang agak meningkat. Kebetulan saya diminta untuk mencarikan penceramah dan pengisi acara untuk beberapa masjid dan mushalla di sekitar tempat tinggal kami. Mengingat momen nya dalam suasana peringatan tahun baru hijriah, kebanyakan penceramah di Peranap juga sibuk.Sebisa saya sudah saya coba untuk melaksanakan amanah yang dipercayakan tersebut. Sekali lagi, alhamdulillah, semuanya lancar. Khusus untuk Masjid Agung Miftahuljannah, kami berhasil menghadirkan penceramah dari ibukota propinsi. Ustadz Syafrial Alidin, S.Ag, M.Ag dari Pekanbaru.

Kemudian melalui blog ini saya juga ingin mengucapkan " selamat tahun baru hijriah, 1 Muharram 1430 H". Semoga ditahun yang baru ini Allah swt berkenan melimpahkan lebih banyak lagi nikmat dan karunia-Nya kepada kita, menjauhkan bala dan marabahaya dari kita, memperteguh iman dan aqidah kita serta mengabulkan do'a, harapan dan cita-cita kita. Semoga...
(tulisan ini baru dapat saya terbitkan hari ini, setelah sejak tanggal 4 januari yang lalu berbentuk draft)