Atas nasehat beberapa orang teman, saya akhirnya memasang beberapa widget pelengkap di blog ini. Seperti yang anda lihat, sekarang blog saya dilengkapi top komentator, who's online, dan translate this blog.
Sebagai newbie sebenarnya saya amat awam dengan cara pemasangan aneka widget tersebut. Untungnya saya memiliki sahabat seperti Indra hasbi yang bersedia membantu dan memberi dorongan.
Sebelumnya saya termasuk orang yang kurang peduli dengan keberadaan segala macam widget. Setelah diyakinkan dan diberi penjelasan, barulah saya merasa ternyata penting juga rupanya. Bayangkan saja, andaikata ada pengakses eropa (ceile..!?) nyasar ke blog ini setelah mencari di blogcatalog.com atau topblogarea.com dan lain sebagainya, maka akan sulit memahami isi blog ini tanpa widget translate. Wah.! Dasar gaptek agaknya saya. Baru tahu fungsinya sekarang. Saya berharap anda tidak sedang mentertawakan saya saat ini. Karena saya tinggal di kampung jadi saya harap anda dapat pula memakluminya. Untunglah saya tidak kampungan. Saya tidak mau selalu berada dalam ketertinggalan dan keterbelakangan terutama dalam bidang teknologi dan informasi. Saya harus cari tahu dan belajar banyak hal agar tidak ditinggalkan zaman. Ups..narsis!!
Kita tinggalkan cerita itu. Ada persoalan serius namun agak lucu setelah saya memasang widget translate. Setelah terpasang, iseng saya coba translate ke bahasa inggris. Apa yang terjadi? Ternyata banyak kalimat dalam blog ini yang menjadi aneh setelah di translate. Diantaranya, untuk top komentator yang saya ubah judulnya menjadi nan slalu menyapa setelah di translate berubah menjadi " nan slalu greet". Lalu untuk postingan terakhir yang saya ubah judul menjadi catatan ringan terkini berubah pula menjadi "note ringan terkini".
Tapi yang paling "memilukan" adalah pantun melayu di awal blog saya yang sudah porak poranda setelah di translate. Pantun itu berbunyi:
banyaklah buah perkara buah
buah mengkudu lekat di batang
banyaklah tuah perkara tuah
tuah melayu berkasih sayang
setelah di translate hasilnya jadi:
banyaklah fruit of the fruit
mengkudu sticky fruit in the trunk
banyaklah luck of luck
wither berkasih my luck
Aduhai, apa yang terjadi dengan blog saya jika kebetulan ada orang membaca dalam bahasa inggris. Mungkin pesan yang ingin saya bangun lewat pantun itu tidak sampai. Sengaja saya tulis artikel seperti ini dengan harapan ada diantara anda yang dapat mengatasi permasalahan seperti itu atau yang memiliki informasi tentang hal itu. Saya berharap anda bersedia menularkan ilmunya itu kepada saya agar blog peranap.com ini tampil lebih sempurna. Semoga saja..
SELAMAT DATANG..!
Terima kasih anda telah mengunjungi blog PERANAP.COM
Mari berbagi pengalaman dan pendapat disini ...
banyaklah buah perkara buah
buah mengkudu lekat di batang
banyaklah tuah perkara tuah
tuah melayu berkasih sayang..
Mari berbagi pengalaman dan pendapat disini ...
banyaklah buah perkara buah
buah mengkudu lekat di batang
banyaklah tuah perkara tuah
tuah melayu berkasih sayang..
Tampilkan postingan dengan label Pantun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pantun. Tampilkan semua postingan
Minggu, 11 Januari 2009
Sabtu, 29 November 2008
PANTUN KRISIS
Tajak kait dari baserah
buat pagar dari kelayang
sejak sawit harganya murah
pasar-pasar terasa lengang
Seret sepeda ke japura
bawa benang ke tepi kolam
karet getah tidak berharga
banyak orang bermuka masam
Anak pematang menggali sumur
membawa timba dari sumbar
waktu senang jangan takabur
waktu susah mesti bersabar
Tempat sabun bila telungkup
petang hari orang kelahi
bukanlah kebun penjamin hidup
mari serahkan diri pada Illahi
Kayu beranda di atas bumbung
paku pakis dari baturijal
waktu berada ingat menabung
waktu krisis tidak menyesal
Baju kebaya berwarna merah
ambil kan kain si baju kurung
waktu kaya berhura-hura
sudah miskin baru termenung
Ke pekanheran di pematangreba
tangkal judi di pangkalan kerinci
ambil pelajaran dari yang sudah
bekal diri di kemudian hari
buat pagar dari kelayang
sejak sawit harganya murah
pasar-pasar terasa lengang
Seret sepeda ke japura
bawa benang ke tepi kolam
karet getah tidak berharga
banyak orang bermuka masam
Anak pematang menggali sumur
membawa timba dari sumbar
waktu senang jangan takabur
waktu susah mesti bersabar
Tempat sabun bila telungkup
petang hari orang kelahi
bukanlah kebun penjamin hidup
mari serahkan diri pada Illahi
Kayu beranda di atas bumbung
paku pakis dari baturijal
waktu berada ingat menabung
waktu krisis tidak menyesal
Baju kebaya berwarna merah
ambil kan kain si baju kurung
waktu kaya berhura-hura
sudah miskin baru termenung
Ke pekanheran di pematangreba
tangkal judi di pangkalan kerinci
ambil pelajaran dari yang sudah
bekal diri di kemudian hari
Langganan:
Komentar (Atom)