SELAMAT DATANG..!

Terima kasih anda telah mengunjungi blog PERANAP.COM

Mari berbagi pengalaman dan pendapat disini ...

banyaklah buah perkara buah
buah mengkudu lekat di batang
banyaklah tuah perkara tuah
tuah melayu berkasih sayang..

Minggu, 30 November 2008

PLTU BATUBARA; kapan terealisasi?

Tadi malam, iseng-iseng saya memasukkan keyword "batubara peranap" di search engine google. Hasilnya, banyak sekali situs yang telah menulis tentang pembangkit listrik tenaga uap di Peranap ini.

Ternyata saat ini sudah dijajaki kerjasama antara PT. Bukit Asam dengan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Kecamatan Peranap. Dalam rapat yang digelar di kantor PLN Wilayah Riau antara PLN Wilayah Riau, PLN Rengat, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu dan PT. Bukit asam telah pula dibicarakan tentang pembangunan PLTU mulut tambang di Peranap dengan kapasitas 2x10 Mega Watt.

Dari yang saya baca dikatakan, menurut pimpro PLTU Mulut Tambang PT.Bukit Asam MP Siahaan, kendati hanya dibangun dengan kapasitas 2x10 MW, namun sebenarnya potensi yang ada di Indragiri Hulu cukup besar. Dari hasil penelitian, cadangan batubara di Peranap mencapai 1 miliar ton. Kapasitas yang bisa dihasilkan jika dilakukan optimalisasi dapat mencapai 3000 MW. Sedangkan potensi cadangan batubara di Riau mencapai 2,24 miliar ton.

Dengan kapasitas dan jumlah cadangan yang hampir 1 miliar ton dan dapat di optimalisasi hingga 3000 MW, diperkirakan dapat beroperasi hingga 30 tahun.
Disinggung mengenai spesifikasi batubara yang ada di Peranap, MP Siahaan mengatakan bahwa kualitas kalori batubara di Inhu relatif kecil yaitu 2.750 kilo kalori per Kg. Dengan kadar air 48% atau hampir setengahnya.

Ketika dikonfirmasi tentang hal ini kepada salah satu anggota DPRD Inhu asal Kecamatan Peranap yang juga salah satu anggota panggar, Ir.Tomimi Comara, mengungkapkan " Hal itu memang benar. Tahap pertama ini baru direncanakan untuk kapasitas 2x10 MW. Nanti setelah itu akan ada pembangunan tahap kedua yang berkapasitas 2x150 MW" katanya.

Sedangkan dari situs milik Pak Gubernur www.bangrusli.net yang saya buka, dikatakan dua perusahaan asal Timur Tengah, Pacific Interlink dan Qatar Islamic Bank sudah membuat kesepakatan untuk investasi di Propinsi Riau sebesar USD 760 juta atau sekitar 7 trilyunan.
Kesepakatan ini merupakan hasil kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Timur Tengah beberapa waktu lalu. Ada enam perusahaan terkemuka yang melakukan pertemuan "one on one" langsung dengan Presiden SBY. Termasuk dua perusahaan tadi.
Selanjutnya Gubri optimis bahwa proyek listrik batubara Peranap dengan kapasitas 2x250 MW dan proyek biofuel di Dumai itu akan menjadi mega proyek yang bisa mengatasi krisis energi.
"Dua proyek itu memang sudah menjadi prioritas kita. Bahkan kita sudah menyampaikan surat resmi kepada wapres. Surat itu merupakan jawaban resmi atas surat dari utusan Indonesia untuk Timur Tengah, pak Alwi Shihab, tentang proyek listrik batubara di Peranap dan proyek Biofuel Kelapa Sawit di Dumai" kata Gubri HM.Rusli Zainal, SE.MP

Harapan kita tentu segera terealisasi. "Alhamdulillah, semoga kedua proyek itu cepat direalisasikan" kata Gubri lagi
.

Kita sepantasnya berterima kasih dan mengapresiasi keberhasilan pemerintah ini. Baik kepada Gubernur Riau HM.RUSLI ZAINAL dan jajarannya maupun kepada keberhasilan Pemerintah RI dalam hal ini Presiden dan Wakil Presiden. Sembari berharap proyek ini segera direalisasikan...

1 komentar:

Anonim mengatakan...

kalau terealisasi lumayan juga buat menggairahkan perekonomian
Salam Info Kiat