Setelah sekian lama tanpa update, kali saya mencoba untuk kembali menulis di blog ini. Dikarenakan sebentar lagi kita memasuki bulan rajab, maka saya posting sebuah artikel menarik tentang Bulan Rajab yang ambil dari sebuah majalah. Semoga bermanfaat
Jauhnya sebagian umat Islam dari ajaran agamanya mengakibatkan mereka tak mampu membedakan antara ajaran agama atau bukan. Sesuatu yang merupakan ajaran agama terkadang dipandang bukan ajaran agama. Sebaliknya, sesuatu yang bukan ajaran agama justru dipandang sebagai ajaran agama.
Di sinilah peran ilmu syar'i sangat penting dan menentukan, sehingga seseorang tak salah dalam mengklasifikasikan suatu persoalan, ushuliyah kah (pokok/prinsip) atau tergolong masalah furu'iyah (cabang) yang di dalamnya terbuka pintu ijtihad dan perbedaan pendapat.
Di sisi lain, ada beberapa persoalan yang secara jelas termasuk yang diada-adakan dalam agama ini yang seharusnya ditinggalkan karena tidak berdasarkan dalil yang jelas dan tegas, tetapi diamalkan oleh sebagian besar umat Islam
Dalam hal ini ada dua kemungkinan, yaitu:
Pertama, bisa jadi mereka melakukan amalan tersebut karena tidak tahu bahwa hal itu tidak ada contoh dan tuntunannya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, sehingga menganggapnya sebagai ajaran agama.
Kedua, mengetahui bahwa hal itu sebagai perbuatan yang tidak ada dasar dan dalilnya, tetapi dengan berbagai dalih dan pembenaran yang dipaksakan, mereka melakukan perbuatan tersebut, sehingga semakin memantapkan orang-orang awam bahwa hal itu merupakan ajaran agama yang harus diamalkan.
Padahal, Allah Ta’ala tidak menerima amalan seseorang, kecuali yang memang merupakan ajaran agama dan dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau bersabda,"Barangsiapa melakukan suatu amalan tidak atas perintahku maka amalan itu tertolak." (HR. Muslim).
Ajaran Yang Tidak Ada Perintah Dari Rasululllah shallallahu ‘alaihi wasallam, Tapi Membudaya Dan Diamalkan Umat.
Di antara persoalan yang termasuk tidak ada contoh dan tuntunannya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tetapi kebanyakan umat Islam melakukannya adalah memilih bulan Rajab untuk melakukan ibadah-ibadah khusus, misalnya puasa sebulan penuh atau sebagiannya, dan meyakininya memiliki keutamaan yang besar. Atau -dan ini turun temurun sejak nenek moyang- menyelenggarakan peringatan Isra' Mi'raj pada malam 27 Rajab atau malam lain di bulan tersebut.
Biasanya, peringatan Isra' Mi'raj itu diselenggarakan di dalam masjid. Masyarakat yang hadir dalam peringatan tersebut dari berbagai kalangan . Dari orang-orang awam, ulama hingga para pejabat.
Karena sangat semarak dan ramainya peringatan Isra' Mi'raj tersebut, kadang-kadang umat Islam yang hadir lupa bahwa mereka sedang berada di rumah Allah Ta’ala. Akhirnya tak terhindarkan lagi bercampurnya kebenaran dan kebatilan dalam masjid tersebut, sehingga masjid itu berubah fungsinya menjadi tempat keramaian dan bersenang-senang/ hiburan.
Masjid-masjid itu boleh dan sah diadakan berbagai pertemuan yang diselenggarakan di dalamnya, jika berupa majlis ta'lim, mengaji kandungan al-Qur'an al-Karim atau halaqah ilmu-ilmu agama, berdzikir kepada Allah ‘azza wajalla, memusyawarahkan perkara-perkara yang bermanfaat bagi umat dan lain-lain yang masih dalam kerangka beribadah kepada Allah subhanahu wata’ala.
Masjid bukan tempat peringatan dan pertemuan yang tujuannya sempit dan terbatas, tanpa memperdulikan apakah hal tersebut diridhai Allah Ta’ala atau dimurkaiNya.
Dan perlu kita ketahui, sesungguhnya acara-acara penyelenggaraan peringatan Isra' Mi'raj tersebut tidaklah pernah diperintahkan dan dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
Biasanya orang-orang datang dalam peringatan Isra' Mi'raj tersebut untuk mendengar beberapa hal:
Pertama: Pembacaan ayat-ayat suci al-Qur'an dari seorang qari' terkenal dengan suara meliuk-liuk yang bisa diduga agar -wallahu a'lam- mendapatkan simpati dan kekaguman dari para pendengarnya.
Kedua: Mendengarkan ceramah agama, yang biasanya oleh seorang yang dikenal pandai melucu di sela-sela ceramahnya. Atau oleh orang yang pandai berkomunikasi dengan para pendengarnya. Adapun kriteria kadar keilmuan dan kewara'an sang penceramah merupakan sesuatu yang hampir terlupakan.
Acara-acara di atas menelan biaya cukup besar, bahkan ada yang hingga puluhan juta rupiah. Dan, bila acara tersebut terselenggara dengan baik, peringatan Isra' Mi'raj pun dianggap sukses.
Orang-orang awam menganggap bawah itulah agama, itulah ajaran Islam. Dan mungkin sebagian mereka beranggapan, asal telah menyelenggarakan berbagai acara tersebut, berarti mereka telah menunaikan kewajiban agama.
Tidak sedikit mereka yang percaya dengan upacara peringatan-peringatan itu tidak menjaga shalatnya, berbalikan dengan semangat mereka menyelenggarakan berbagai macam peringatan tersebut. Bahkan tak jarang di antara mereka ada yang datang ke masjid hanya sekali dalam seminggu karena harus melaksanakan shalat Jum'at.
Ini adalah keawaman umat Islam. Karena itu kewajiban para ulama pewaris para Nabi menerangkan ajaran Islam kepada umatnya tanpa menyimpangkannya atau menghiasai kebenaran dengan kebatilan, dengan maksud untuk lebih menarik simpati dan mendapatkan banyak pengikut.
Perkara lain yang tidak ada contoh dan tuntunannya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di bulan Rajab adalah -ini biasanya dilakukan oleh sebagian wanita muslimah- ziarah kubur pada hari Kamis, pekan pertama dari bulan Rajab. Dalam ziarah tersebut mereka membawa berbagai makanan lezat, buah-buahan segar dan minuman yang serba enak. Berbagai bawaan itu mereka bagi-bagikan kepada orang-orang yang sedang berkerumun di kuburan. Dan, sebagiannya membacakan al-Qur'an di beberapa sudut pekuburan. Perbuatan yang mereka anggap baik itu, justeru menjerumuskan mereka pada lumpur dosa.
Pertama: Mereka menyiapkan dirinya mendapat laknat Allah Ta’ala, karena sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendoakan buruk atas para wanita yang berziarah kubur, sebagaimana dalam sabda beliau,"Allah Ta’ala melaknat para wanita yang berziarah kubur, mereka yang membangun masjid-masjid di atasnya, dan meneranginya dengan lampu-lampu." (HR. Abu Daud dan lainnya, Ahmad Syakir berkata, hadits hasan).
Kedua: Membagi-bagikan sedekah di kuburan akan membuat fitnah kepada manusia, sebab mereka akan berebut pergi ke lokasi-lokasi kuburan tempat pembagian sedekah. Lalu apa pula landasan para wanita tersebut, sehingga harus mengkhususkan membagi-bagikan sedekah di kuburan? Apakah sedekah hanya diterima jika dibagi-bagikan di kuburan? Padahal Allah Ta’ala akan menerima setiap sedekah, asalkan dikeluarkan dengan ikhlas, kapan dan di mana pun sedekah itu dikeluarkan.
Ketiga: Allah Ta’ala menurunkan Al-Qur'an sebagai peringatan bagi orang-orang hidup. Benar bahwa di dalam Al-Qur'an terdapat doa-doa yang berfaedah untuk pembacanya, yang merenungkan dan memahami isinya. Tetapi bukan untuk orang-orang yang telah wafat. Apa manfaat pembacaan ayat atau surat yang berisi tentang peringatan akan adzab Allah, kisah-kisah masa lalu, ayat-ayat hukum dalam soal harta waris, thalak, nikah, jihad, amar ma'ruf dan nahi munkar kepada orang yang telah meninggal dunia?
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendoakan orang yang telah meninggal dan memohonkannya ampun kepada Allah Ta’ala. Tetapi beliau tidak membacakan al-Qur'an atas mayit tersebut.
Adapun puasa pada bulan Rajab, dibolehkan selama merupakan kebiasaan orang yang melakukannya. Seperti bagi yang terbiasa melakukan puasa Senin-Kamis, atau puasa tiga hari pada tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulan Hijriyah.
Hadits-hadits Palsu dan Tidak Shahih Seputar Bulan Rajab
Di antara hadits-hadits dha’if (lemah) dan maudhu' (palsu) yang sering dijadikan pegangan untuk amalan-amalan tertentu pada bulan Rajab adalah:
"Rajab adalah bulan Allah, Sya'ban adalah bulanku dan Ramadhan adalah bulan umatku." Diriwayatkan secara mursal oleh Abu al-Fatah bin Abi al-Fawaris, dalam “Amaliyah” (Hadits dha’if, lihat: “Dha’if al-Jami’, hadits no. 3094, karya al-Albani).
"Sesungguhnya di Surga terdapat sungai yang dinamakan sungai Rajab. Airnya lebih putih daripada susu, (rasanya) lebih manis daripada madu. Barangsiapa puasa sehari dari bulan Rajab, maka Allah akan memberinya minum dari sungai tersebut." Diriwayatkan oleh Syairazi dalam Alqab (hadits maudhu', lihat: “Dha’if al-Jami’, hadits no. 1902, karya al-Albani).
"Barangsiapa puasa tiga hari dalam bulan haram (yakni hari) Kamis, Jum'at dan Sabtu, maka Allah menuliskan untuknya (pahala) ibadah (selama) dua tahun." (Hadits dha’if, lihat: “Dha’if al-Jami’, hadits no. 5649, karya al-Albani).
"Keutamaan bulan Rajab atas segenap bulan lain seperti keutamaan al-Qur'an atas segenap perkataan (manusia)." Ibnu Hajar berkomentar, hadits ini maudhu'. (Lihat: Kitab “Kasyfu al-Khafa’ 2/110, karya al-Ajaluni).
Mengkhususkan puasa pada bulan Rajab dan Sya'ban, sama sekali tidak berdasarkan pada dalil. Diriwayatkan bahwa Umar radhiallahu ‘anhu memukul orang yang berpuasa pada bulan Rajab. Selanjutnya beliau berkata, “Rajab adalah bulan yang sangat diagung-agungkan oleh orang-orang Jahiliyah.”(Shahih. Lihat: “al-Irwa’, hal. 957, karya al-Albani).
Ibnu Hajar berkata, “Tidak ada satupun hadits shahih tentang keutamaan bulan rajab, serta mengkhususkan puasa pada hari tertentu di dalamnya, juga tidak qiyamullail pada malam tertentu, yang bisa dijadikan dalil dalam masalah tersebut (Lihat: “Tabyinu al-’Ajab, hal.21, karya Ibnu Hajar).
Dalil Palsu Mereka Seputar Bulan Rajab
Adapun hadits-hadits maudhu' yang mereka jadikan dalil amalan mereka memang banyak. Untuk menjelaskan ketidak benaran dalil mereka, asy-Syaukani dalam “al-Fawaid al-Majmu'ah Fi al-Ahadits al-Maudhu-'ah” menyebutkan beberapa dalil mereka di antaranya:
"Perbanyaklah istighfar di bulan Rajab, karena sesungguhnya pada setiap saat daripadanya, Allah Ta’ala memerdekakan beberapa orang dari (adzab) Neraka." (Hadits maudhu').
"Barangsiapa berpuasa sehari di bulan Rajab dan melakukan qiyamullail pada suatu malam saja, niscaya Allah Ta’ala akan mengutus padanya pengaman pada hari Kiamat." (Hadits maudhu').
"Barangsiapa melakukan qiyamullail semalam dari bulan Rajab dan berpuasa sehari daripadanya, niscaya Allah Ta’ala akan memberinya makan dari buah-buahan Surga." (Hadits maudhu').
"Rajab adalah bulan Allah Ta’ala yang paling baik untuk berpuasa, karena Dia mengkhususkannya untuk diriNya. Barangsiapa berpuasa sehari daripadanya karena iman dan mencari ridha Allah subhanahu wata’ala, niscaya ia akan mendapatkan keridhaanNya." (Hadits maudhu').
Dari berbagai uraian di muka, jelaslah bahwa pengkhususan bulan Rajab untuk berbagai amalan dan ibadah tertentu bukanlah tuntunan dan ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Cukuplah kita beribadah dan melakukan amalan sesuai dengan petunjuk dan tuntunan beliau.
(Redaksi Buletin an-Nur)
Sumber: Majalah Tauhid No. 7, Rajab 1405, Syaikh Muhammad Ali Abdur Rahim.
SELAMAT DATANG..!
Terima kasih anda telah mengunjungi blog PERANAP.COM
Mari berbagi pengalaman dan pendapat disini ...
banyaklah buah perkara buah
buah mengkudu lekat di batang
banyaklah tuah perkara tuah
tuah melayu berkasih sayang..
Mari berbagi pengalaman dan pendapat disini ...
banyaklah buah perkara buah
buah mengkudu lekat di batang
banyaklah tuah perkara tuah
tuah melayu berkasih sayang..
Sabtu, 20 Juni 2009
Selasa, 27 Januari 2009
ASAL MULA PENAMAAN BULAN DALAM TAHUN HIJRIYAH
Penamaan bulan dalam tahun Hijriyah didasarkan pada masa yang sedang dihadapi Bangsa Arab waktu itu. Berikut ini arti dan sebab penamaan dari setiap bulan tersebut.
* Muharram. Artinya yang diharamkan. Sebab dalam bulan itu dilarang menumpahkan darah atau berperang. Namun larangan itu tidak berlaku lagi sejak turun firman Allah swt dalam surat Al Baqarah ayat 191.
* Shafar. Artinya kosong. Ini karena pada bulan ini pemukiman Arab dahulunya kosong dari kaum laki-laki untuk pergi berniaga, merantau atau berperang.
* Rabi'ul Awal. Rabi' artinya menetap dan awal artinya pertama. Jadi awal menetapnya kaum laki-laki sekembali mereka dari merantau atau berniaga. Rasulullah lahir, diangkat jadi Rasul, melakukan hijrah dan wafat terjadi pada bulan ini.
* Rabi'ul Akhir. Artinya akhir dari masa menetap di rumah bagi kaum laki-laki.
* Jumadil Awal. Jumadi artinya kering, jadi artinya awal dari musim kemarau (kering).
* Jumadil Akhir. Artinya akhir dari musim kering atau kemarau.
* Rajab. Artinya mulia. Ini karena bangsa Arab tempo doeloe sangat memuliakan bulan ini.
* Sya'ban. Artinya berkelompok. Karena pada bulan ini lazimnya bangsa Arab berkelompok dalam mencari nafkah kemungkinan untuk waktu yang agak lama. Pada bulan ini terjadi perpindahan kiblat dari Baitul Muqaddas ke Ka'bah di Baitullah.
* Ramadhan. Artinya sangat panas. Merupakan satu-satunya bulan yang disebut dalam Al Qur'an. Bulan yang memiliki banyak kelebihan, keutamaan, kesucian dan keistimewaan. Peristiwa besar dalam bulan Ramadhan al: 1. Pertama kali Allah swt menurunkan Al Qur'an. 2. Lailatul Qadar, yakni suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. 3. Kaum muslimin dapat menaklukkan kaum musyrik dalam perang Badar Kubra. 4. Nabi Muhammad saw berhasil mengambil alih kota Mekah dan mengakhiri penyembahan berhala yang dilakukan oleh kaum musyrik.
Sebutan lain untuk bulan Ramadhan adalah syahrul Qur'an, syahrul tilawah, syahrul shiyam, syahrul shabri, syahrul najah, syahrul rahmah, syahrul ala'i.
* Syawal. Artinya kebahagiaan. Karena kembalinya manusia kepada kesucian setelah menunaikan ibadah puasa dan membayar zakat serta saling bermaafan.
* Zulqaidah. Zul artinya pemilik dan qa'dah artinya duduk. Karena pada bulan ini merupakan waktu istirahat bagi kaum laki-laki. Mereka menikmatinya dengan duduk-duduk di rumah.
* Zulhijjah. Yang menunaikan haji. Sebab pada bulan ini umat Islam sejak Nabi Adam as menunaikan ibadah haji.
Penetapan tahun hijriyah dilakukan pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab. Tepatnya pada hari kamis 8 Rabi'ul Awal tahun 17 Hijriyah ditahun keempat Umar berkuasa.
Jumlah bulan sebanyak 12 ini sesuai dengan firman Allah swt, "Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ada dua belas, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi." (QS. At Taubah: 36)
* Muharram. Artinya yang diharamkan. Sebab dalam bulan itu dilarang menumpahkan darah atau berperang. Namun larangan itu tidak berlaku lagi sejak turun firman Allah swt dalam surat Al Baqarah ayat 191.
* Shafar. Artinya kosong. Ini karena pada bulan ini pemukiman Arab dahulunya kosong dari kaum laki-laki untuk pergi berniaga, merantau atau berperang.
* Rabi'ul Awal. Rabi' artinya menetap dan awal artinya pertama. Jadi awal menetapnya kaum laki-laki sekembali mereka dari merantau atau berniaga. Rasulullah lahir, diangkat jadi Rasul, melakukan hijrah dan wafat terjadi pada bulan ini.
* Rabi'ul Akhir. Artinya akhir dari masa menetap di rumah bagi kaum laki-laki.
* Jumadil Awal. Jumadi artinya kering, jadi artinya awal dari musim kemarau (kering).
* Jumadil Akhir. Artinya akhir dari musim kering atau kemarau.
* Rajab. Artinya mulia. Ini karena bangsa Arab tempo doeloe sangat memuliakan bulan ini.
* Sya'ban. Artinya berkelompok. Karena pada bulan ini lazimnya bangsa Arab berkelompok dalam mencari nafkah kemungkinan untuk waktu yang agak lama. Pada bulan ini terjadi perpindahan kiblat dari Baitul Muqaddas ke Ka'bah di Baitullah.
* Ramadhan. Artinya sangat panas. Merupakan satu-satunya bulan yang disebut dalam Al Qur'an. Bulan yang memiliki banyak kelebihan, keutamaan, kesucian dan keistimewaan. Peristiwa besar dalam bulan Ramadhan al: 1. Pertama kali Allah swt menurunkan Al Qur'an. 2. Lailatul Qadar, yakni suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. 3. Kaum muslimin dapat menaklukkan kaum musyrik dalam perang Badar Kubra. 4. Nabi Muhammad saw berhasil mengambil alih kota Mekah dan mengakhiri penyembahan berhala yang dilakukan oleh kaum musyrik.
Sebutan lain untuk bulan Ramadhan adalah syahrul Qur'an, syahrul tilawah, syahrul shiyam, syahrul shabri, syahrul najah, syahrul rahmah, syahrul ala'i.
* Syawal. Artinya kebahagiaan. Karena kembalinya manusia kepada kesucian setelah menunaikan ibadah puasa dan membayar zakat serta saling bermaafan.
* Zulqaidah. Zul artinya pemilik dan qa'dah artinya duduk. Karena pada bulan ini merupakan waktu istirahat bagi kaum laki-laki. Mereka menikmatinya dengan duduk-duduk di rumah.
* Zulhijjah. Yang menunaikan haji. Sebab pada bulan ini umat Islam sejak Nabi Adam as menunaikan ibadah haji.
Penetapan tahun hijriyah dilakukan pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab. Tepatnya pada hari kamis 8 Rabi'ul Awal tahun 17 Hijriyah ditahun keempat Umar berkuasa.
Jumlah bulan sebanyak 12 ini sesuai dengan firman Allah swt, "Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ada dua belas, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi." (QS. At Taubah: 36)
Label:
Hijriyah,
islam,
muharram,
peristiwa besar,
umar bin khattab
Senin, 26 Januari 2009
Fenomena Facebook
Facebook saat ini menjadi situs pertemanan nomor satu di dunia. Dilihat dari jumlah anggota dan kepopulerannya, facebook saat ini menjangkau seluruh kategori masyarakat dunia. Hadir di hampir seluruh bahasa, setiap gender, semua umur, segala profesi, masing-masing organisasi diseluruh negara di dunia. Pokoknya lengkap kap kap.
Melalui situs ini kita bisa berteman dan bertukar informasi dengan siapa saja. Syaratnya: dapat mengakses internet, buat akun di facebook, cari teman. Jika sudah di approve oleh yang dimaksud, maka kita sudah bisa berkomunikasi dengan "teman baru" tersebut, sekalipun kita belum pernah berjumpa ataupun beliau seorang pejabat tinggi dan orang terkenal. Saling bertukar informasi, berbagi pengalaman, mengundang, memberi dukungan, berbagi foto, video, chatting, menjadi pendukung, berdiskusi, membuat grup, membuat jaringan, dll. Semuanya amatlah mudahnya.
Jika dulu orang akan merasa gaptek (gagap teknologi) jika tak tahu internet, maka sekarang orang akan menjadi butek (buta teknologi) jika tidak menjadi anggota facebook. Tidak kurang dari sejumlah artis, selebriti, cendekiawan, anggota dewan, menteri, gubernur, bupati, bahkan Presiden sudah tercatat sebagai anggota facebook. Nama-nama seperti Yusril Ihza Mahendra, Lukman Edy, Anas Urbaningrum, Muhammad Tonas, Intsiawati Ayus, bahkan Barack Obama adalah teman yang tidak asing lagi bagi pengguna facebook. Sengaja saya menyebut sedikit nama itu untuk mewakili profesi masing-masing.
Yang menarik, kita dapat menjadi pendukung seseorang jika kita tidak sedang menjadi temannya. Ambil contoh, saya saat ini menjadi penggemar/ pendukung dari Muntadar al Zaidi (sering juga dieja Montazir Zaidi), wartawan yang melempar sepatunya ke wajah mr.bush. Ada banyak yang saya dukung atau gemari, seperti Alm. muhammad Natsir, Alm. Muhammad Hatta, Mahathir Mohammad, Mahmoud Ahmadinejad dan Laskar Hijau Partai Bulan Bintang. Namun yang paling SPEKTAKULER adalah jumlah penggemar dari Muntadar al Zaidi ini. Jumlah penggemarnya sampai saat tulisan ini saya buat sudah berjumlah 130.433 orang. Padahal baru beberapa bulan saja. Jumlah ini jauh diatas penggemar serial harry potter (128.392), Alesandro delpiero (106.526), Kaka (93.326), Zinedine Zidane (89.516), maupun Shah Rukh Khan yang "hanya" berjumlah 73.857 orang. Padahal lima jam sebelumnya, Muntadar baru memiliki penggemar 129.224 orang. Rata-rata sekitar 200 orang per jam. Begitu banyak jumlah orang yang setuju dengan tindakannya sampai ada pameo begini: "kenapa saya dilempar dengan dua sepatu oleh wartawan bodoh itu?" tanya Bush pada presiden Iraq yang mendampinginya dalam jumpa pers. Jawab sang presiden Iraq, "karena dia tak memiliki tiga sepatu, tuan". He..he..he
Melalui situs ini kita bisa berteman dan bertukar informasi dengan siapa saja. Syaratnya: dapat mengakses internet, buat akun di facebook, cari teman. Jika sudah di approve oleh yang dimaksud, maka kita sudah bisa berkomunikasi dengan "teman baru" tersebut, sekalipun kita belum pernah berjumpa ataupun beliau seorang pejabat tinggi dan orang terkenal. Saling bertukar informasi, berbagi pengalaman, mengundang, memberi dukungan, berbagi foto, video, chatting, menjadi pendukung, berdiskusi, membuat grup, membuat jaringan, dll. Semuanya amatlah mudahnya.
Jika dulu orang akan merasa gaptek (gagap teknologi) jika tak tahu internet, maka sekarang orang akan menjadi butek (buta teknologi) jika tidak menjadi anggota facebook. Tidak kurang dari sejumlah artis, selebriti, cendekiawan, anggota dewan, menteri, gubernur, bupati, bahkan Presiden sudah tercatat sebagai anggota facebook. Nama-nama seperti Yusril Ihza Mahendra, Lukman Edy, Anas Urbaningrum, Muhammad Tonas, Intsiawati Ayus, bahkan Barack Obama adalah teman yang tidak asing lagi bagi pengguna facebook. Sengaja saya menyebut sedikit nama itu untuk mewakili profesi masing-masing.
Yang menarik, kita dapat menjadi pendukung seseorang jika kita tidak sedang menjadi temannya. Ambil contoh, saya saat ini menjadi penggemar/ pendukung dari Muntadar al Zaidi (sering juga dieja Montazir Zaidi), wartawan yang melempar sepatunya ke wajah mr.bush. Ada banyak yang saya dukung atau gemari, seperti Alm. muhammad Natsir, Alm. Muhammad Hatta, Mahathir Mohammad, Mahmoud Ahmadinejad dan Laskar Hijau Partai Bulan Bintang. Namun yang paling SPEKTAKULER adalah jumlah penggemar dari Muntadar al Zaidi ini. Jumlah penggemarnya sampai saat tulisan ini saya buat sudah berjumlah 130.433 orang. Padahal baru beberapa bulan saja. Jumlah ini jauh diatas penggemar serial harry potter (128.392), Alesandro delpiero (106.526), Kaka (93.326), Zinedine Zidane (89.516), maupun Shah Rukh Khan yang "hanya" berjumlah 73.857 orang. Padahal lima jam sebelumnya, Muntadar baru memiliki penggemar 129.224 orang. Rata-rata sekitar 200 orang per jam. Begitu banyak jumlah orang yang setuju dengan tindakannya sampai ada pameo begini: "kenapa saya dilempar dengan dua sepatu oleh wartawan bodoh itu?" tanya Bush pada presiden Iraq yang mendampinginya dalam jumpa pers. Jawab sang presiden Iraq, "karena dia tak memiliki tiga sepatu, tuan". He..he..he
Label:
bush,
Facebook,
gaptek,
M tonas,
muntadar al zaidi,
Obama,
presiden,
teknologi informasi,
teman
Selasa, 20 Januari 2009
OBAMA DILANTIK DAN KEPENTINGAN YAHUDI
Hari ini, Barrack Obama bakal dilantik sebagai presiden Amerika ke 44 menggantikan George W Bush. Rangkaian acara, menjelang acara puncak pelantikan, sudah lebih dulu dilalui. Inilah acara pelantikan presiden terbesar dalam sejarah Amerika bahkan dunia.
Melalui acara pelantikan presiden ini, Amerika tampaknya ingin menciptakan kesan seolah-olah Obama bukan hanya milik mereka, tapi juga milik dunia. Untuk itu diperlihatkan pula bahwa Obama memiliki hubungan batin dengan banyak negara di dunia. Termasuk Indonesia. Amerika ingin bersahabat dan menjadi sahabat banyak bangsa. Kita dibuai dengan berbagai publikasi tentang mr.Obama ini. Sehingga tanpa kita sadari, kita akan merasa bahwa obama itu "orang kita juga". Kita dibuat hampir saja melupakan dosa-dosa Amerika terhadap dunia. Termasuk kejahatan kemanusiaannya di banyak negeri muslim. Tanpa kita sadari juga, kita sudah dapat "memaklumi" sikap obama tentang serangan biadab Israel kepada Palestina-Obama saat itu tidak bersikap apa-apa-dengan alasan Obama belum dilantik dan belum resmi menjadi Presiden Amerika. Padahal yang kita harapkan dari bibir kang Obama ini hanya semacam sikap pribadinya tentang tragedi kemanusiaan itu. Saat ini memang telah tercapai kesepakatan damai (gencatan senjata sementara). Barangkali pula hanya untuk kelancaran acara ini saja. Entah apa pula rencana Yahudi setelahnya dibalik ini semua.
Beginilah kalau Amerika sudah merancang skenario. Mereka "melibatkan" seluruh penduduk dunia dalam pemilihan presiden mereka hingga pelantikannya. Diciptakan pula kesan presiden mereka adalah PEMIMPIN DUNIA. Memang secara geografis wilayah Amerika tampaknya hanya yang ada dalam wilayah administratif saja. Tetapi di luar itu, sebenarnya kekuasaan mereka sudah melampaui batas-batas teritorial antar negara. Baik dibidang budaya, ekonomi, teknologi, industri, telekomunikasi dan lain sebagainya. Dan bukan tidak mungkin sebentar lagi kekuasaan ini merambah bidang agama!!! Tanda-tanda ke arah itu sudah mulai tampak sekarang. Buat apa membuat acara sebesar dan semahal ini kalau tidak ada kepentingan apa-apa.
Dalam hal mengemas acara ini, tim publikasi dan pemenangan Obama ini memang sangat hebat dan dahsyat. Yahudi memandang konsep yang ditawarkan tim ini sejalan pula dengan kepentingan mereka. Tim ini bisa "dimanfaatkan" bahkan kalau memungkinkan "disusupi" untuk kepentingan Yahudi. Mau tidak mau, suka tidak suka mereka harus berada dipihak Obama jika ingin kepentingannya terakomodir. Inilah realita politik. Politik adalah kepentingan. Yang akan berjaya adalah kelompok terbesar dengan kepentingan sejenis. Dan yang akan terpilih adalah mereka yang dirasa dapat mewakili kepentingan kelompok terbesar. Kita dapat melihat ada banyak kepentingan bermain di belakang pemilihan presiden Amerika ini.
Sejak dari kepentingan ekonomi sampai kepada budaya.
Kita semestinya bijak menyikapi ini semua. Kita lihat saja nanti bagaimana kebijakan Obama dan kepentingan Yahudi terhadap dunia Islam kedepan. Apakah masih akan menerapkan standar ganda atau pura-pura melunak. Tetapi jangan sampai sikap kritis kita hilang hanya karena seremonial dan publikasi murahan seperti ini. Menutup tulisan ini, saya ingin mengutip ayat 57 Surah Al Maidah yang berbunyi: "Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan mereka yang menjadikan agama kamu sebagai ejekan dan permainan, daripada ahli kitab sebelum kamu dan orang-orang kafir itu, sebagai pemimpin dan takutlah kepada Allah, jika kamu orang-orang yang beriman".
Melalui acara pelantikan presiden ini, Amerika tampaknya ingin menciptakan kesan seolah-olah Obama bukan hanya milik mereka, tapi juga milik dunia. Untuk itu diperlihatkan pula bahwa Obama memiliki hubungan batin dengan banyak negara di dunia. Termasuk Indonesia. Amerika ingin bersahabat dan menjadi sahabat banyak bangsa. Kita dibuai dengan berbagai publikasi tentang mr.Obama ini. Sehingga tanpa kita sadari, kita akan merasa bahwa obama itu "orang kita juga". Kita dibuat hampir saja melupakan dosa-dosa Amerika terhadap dunia. Termasuk kejahatan kemanusiaannya di banyak negeri muslim. Tanpa kita sadari juga, kita sudah dapat "memaklumi" sikap obama tentang serangan biadab Israel kepada Palestina-Obama saat itu tidak bersikap apa-apa-dengan alasan Obama belum dilantik dan belum resmi menjadi Presiden Amerika. Padahal yang kita harapkan dari bibir kang Obama ini hanya semacam sikap pribadinya tentang tragedi kemanusiaan itu. Saat ini memang telah tercapai kesepakatan damai (gencatan senjata sementara). Barangkali pula hanya untuk kelancaran acara ini saja. Entah apa pula rencana Yahudi setelahnya dibalik ini semua.
Beginilah kalau Amerika sudah merancang skenario. Mereka "melibatkan" seluruh penduduk dunia dalam pemilihan presiden mereka hingga pelantikannya. Diciptakan pula kesan presiden mereka adalah PEMIMPIN DUNIA. Memang secara geografis wilayah Amerika tampaknya hanya yang ada dalam wilayah administratif saja. Tetapi di luar itu, sebenarnya kekuasaan mereka sudah melampaui batas-batas teritorial antar negara. Baik dibidang budaya, ekonomi, teknologi, industri, telekomunikasi dan lain sebagainya. Dan bukan tidak mungkin sebentar lagi kekuasaan ini merambah bidang agama!!! Tanda-tanda ke arah itu sudah mulai tampak sekarang. Buat apa membuat acara sebesar dan semahal ini kalau tidak ada kepentingan apa-apa.
Dalam hal mengemas acara ini, tim publikasi dan pemenangan Obama ini memang sangat hebat dan dahsyat. Yahudi memandang konsep yang ditawarkan tim ini sejalan pula dengan kepentingan mereka. Tim ini bisa "dimanfaatkan" bahkan kalau memungkinkan "disusupi" untuk kepentingan Yahudi. Mau tidak mau, suka tidak suka mereka harus berada dipihak Obama jika ingin kepentingannya terakomodir. Inilah realita politik. Politik adalah kepentingan. Yang akan berjaya adalah kelompok terbesar dengan kepentingan sejenis. Dan yang akan terpilih adalah mereka yang dirasa dapat mewakili kepentingan kelompok terbesar. Kita dapat melihat ada banyak kepentingan bermain di belakang pemilihan presiden Amerika ini.
Sejak dari kepentingan ekonomi sampai kepada budaya.
Kita semestinya bijak menyikapi ini semua. Kita lihat saja nanti bagaimana kebijakan Obama dan kepentingan Yahudi terhadap dunia Islam kedepan. Apakah masih akan menerapkan standar ganda atau pura-pura melunak. Tetapi jangan sampai sikap kritis kita hilang hanya karena seremonial dan publikasi murahan seperti ini. Menutup tulisan ini, saya ingin mengutip ayat 57 Surah Al Maidah yang berbunyi: "Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan mereka yang menjadikan agama kamu sebagai ejekan dan permainan, daripada ahli kitab sebelum kamu dan orang-orang kafir itu, sebagai pemimpin dan takutlah kepada Allah, jika kamu orang-orang yang beriman".
Label:
amerika,
bush,
Obama,
pelantikan,
yahudi
Jumat, 16 Januari 2009
MANUSIA TANPA BEBAN
Barangkali ada yang terkejut membaca judul posting saya kali ini. Betapa tidak, manusia tanpa beban, memang ada?. Tapi inilah kenyataannya. Saya sendiri kalau tidak sempat mengenal manusia satu ini, barangkali juga tidak akan percaya.
Adalah seorang sahabat yang saya kenal sejak masa kuliah dulu yang selalu terlihat apa adanya. Tanpa sesuatu yang dibuat-buat. Bahkan hampir-hampir tidak memiliki beban atau target apapun dalam kehidupannya. Mau tugas seberat apapun dari dosen, mau kesibukan teman-teman lain seperti apa, dia sama sekali tidak terpengaruh dan hanya menjalani rutinitasnya saja. Sepintas terlihat memang agak pendiam dan jarang tersenyum. Tapi semua kesan itu akan sirna dengan sendirinya dan bahkan akan terjadi kebalikannya, jika kita sudah terlibat pembicaraan dan tukar fikiran dengan beliau. Cerita apapun akan nyambung dan jadi topik menarik dari mulutnya. Bicara sosial, politik, budaya, bahasa, pemerintahan, agama, filsafat semua dikuasainya. Tak mengherankan jika kemudian banyak yang menjadikannya semacam "perpustakaan hidup" atau "literatur bejalan". Yang agak mengherankan saya adalah disiplin ilmu yang dipilihnya, yakni Akuntansi pada Fakultas Ekonomi UNRI yang beliau selesaikan dengan gilang gemilang.
Saya hampir tak pernah meliahat dia pacaran, bahkan kami- saya dan rekan sepergaulannya-mengira jangan-jangan dia tak tertarik dengan lawan jenis. Untunglah sekarang dia sudah punya putra dengan istri yang juga amat mencintai dan mengerti dia apa adanya. Ah sahabatku...
Sebagai sahabat sebenarnya dia sangat care dan mau berbagi.
Menurut informasi yang saya dengar ini semua tidak terlepas dari pola didikan kedua orang tuanya yang seorang kepala sekolah. Sebagai saudara tertua di keluarganya, dia juga sudah memberi contoh yang lumayan sempurna bagi semua adik-adiknya. Catatan akademis mereka adik beradik sekeluarga sungguh sangat fantastis!. Mereka sekeluarga terkenal sebagai "keluarga langganan juara umum" di sekolah masing-masing. Entah sudah berapa piala yang mereka bawa pulang.
Sengaja saya posting artikel ini sebagai penghargaan atas sahabat saya satu ini. Sebenarnya saya tidak terbiasa memuji apalagi menyanjung orang. Tapi ini semua adalah kenyataan dan faktanya. Jadi mau bagaimana lagi. Orang seperti beliau yang sudah ditawari bekerja oleh banyak instansi, baik pemerintah, swasta bahkan di kantor gubernur. Tapi entah kenapa dia lebih memilih hidup secara amat bersahaja bersama istri dan putranya di kampung sekarang ini. Entahlah saya tidak tahu alasannya. Teman yang satu ini memang penuh misteri bagi saya. Terkadang saya "iri" juga melihatnya. Hampir tidak pernah saya temui orang seperti Indra Hasbi,SE,Ak- demikian nama teman saya ini- dalam kehidupan saya.
Adalah seorang sahabat yang saya kenal sejak masa kuliah dulu yang selalu terlihat apa adanya. Tanpa sesuatu yang dibuat-buat. Bahkan hampir-hampir tidak memiliki beban atau target apapun dalam kehidupannya. Mau tugas seberat apapun dari dosen, mau kesibukan teman-teman lain seperti apa, dia sama sekali tidak terpengaruh dan hanya menjalani rutinitasnya saja. Sepintas terlihat memang agak pendiam dan jarang tersenyum. Tapi semua kesan itu akan sirna dengan sendirinya dan bahkan akan terjadi kebalikannya, jika kita sudah terlibat pembicaraan dan tukar fikiran dengan beliau. Cerita apapun akan nyambung dan jadi topik menarik dari mulutnya. Bicara sosial, politik, budaya, bahasa, pemerintahan, agama, filsafat semua dikuasainya. Tak mengherankan jika kemudian banyak yang menjadikannya semacam "perpustakaan hidup" atau "literatur bejalan". Yang agak mengherankan saya adalah disiplin ilmu yang dipilihnya, yakni Akuntansi pada Fakultas Ekonomi UNRI yang beliau selesaikan dengan gilang gemilang.
Saya hampir tak pernah meliahat dia pacaran, bahkan kami- saya dan rekan sepergaulannya-mengira jangan-jangan dia tak tertarik dengan lawan jenis. Untunglah sekarang dia sudah punya putra dengan istri yang juga amat mencintai dan mengerti dia apa adanya. Ah sahabatku...
Sebagai sahabat sebenarnya dia sangat care dan mau berbagi.
Menurut informasi yang saya dengar ini semua tidak terlepas dari pola didikan kedua orang tuanya yang seorang kepala sekolah. Sebagai saudara tertua di keluarganya, dia juga sudah memberi contoh yang lumayan sempurna bagi semua adik-adiknya. Catatan akademis mereka adik beradik sekeluarga sungguh sangat fantastis!. Mereka sekeluarga terkenal sebagai "keluarga langganan juara umum" di sekolah masing-masing. Entah sudah berapa piala yang mereka bawa pulang.
Sengaja saya posting artikel ini sebagai penghargaan atas sahabat saya satu ini. Sebenarnya saya tidak terbiasa memuji apalagi menyanjung orang. Tapi ini semua adalah kenyataan dan faktanya. Jadi mau bagaimana lagi. Orang seperti beliau yang sudah ditawari bekerja oleh banyak instansi, baik pemerintah, swasta bahkan di kantor gubernur. Tapi entah kenapa dia lebih memilih hidup secara amat bersahaja bersama istri dan putranya di kampung sekarang ini. Entahlah saya tidak tahu alasannya. Teman yang satu ini memang penuh misteri bagi saya. Terkadang saya "iri" juga melihatnya. Hampir tidak pernah saya temui orang seperti Indra Hasbi,SE,Ak- demikian nama teman saya ini- dalam kehidupan saya.
Langganan:
Komentar (Atom)