SELAMAT DATANG..!

Terima kasih anda telah mengunjungi blog PERANAP.COM

Mari berbagi pengalaman dan pendapat disini ...

banyaklah buah perkara buah
buah mengkudu lekat di batang
banyaklah tuah perkara tuah
tuah melayu berkasih sayang..
Tampilkan postingan dengan label bush. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bush. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Januari 2009

Fenomena Facebook

Facebook saat ini menjadi situs pertemanan nomor satu di dunia. Dilihat dari jumlah anggota dan kepopulerannya, facebook saat ini menjangkau seluruh kategori masyarakat dunia. Hadir di hampir seluruh bahasa, setiap gender, semua umur, segala profesi, masing-masing organisasi diseluruh negara di dunia. Pokoknya lengkap kap kap.

Melalui situs ini kita bisa berteman dan bertukar informasi dengan siapa saja. Syaratnya: dapat mengakses internet, buat akun di facebook, cari teman. Jika sudah di approve oleh yang dimaksud, maka kita sudah bisa berkomunikasi dengan "teman baru" tersebut, sekalipun kita belum pernah berjumpa ataupun beliau seorang pejabat tinggi dan orang terkenal. Saling bertukar informasi, berbagi pengalaman, mengundang, memberi dukungan, berbagi foto, video, chatting, menjadi pendukung, berdiskusi, membuat grup, membuat jaringan, dll. Semuanya amatlah mudahnya.

Jika dulu orang akan merasa gaptek (gagap teknologi) jika tak tahu internet, maka sekarang orang akan menjadi butek (buta teknologi) jika tidak menjadi anggota facebook. Tidak kurang dari sejumlah artis, selebriti, cendekiawan, anggota dewan, menteri, gubernur, bupati, bahkan Presiden sudah tercatat sebagai anggota facebook. Nama-nama seperti Yusril Ihza Mahendra, Lukman Edy, Anas Urbaningrum, Muhammad Tonas, Intsiawati Ayus, bahkan Barack Obama adalah teman yang tidak asing lagi bagi pengguna facebook. Sengaja saya menyebut sedikit nama itu untuk mewakili profesi masing-masing.

Yang menarik, kita dapat menjadi pendukung seseorang jika kita tidak sedang menjadi temannya. Ambil contoh, saya saat ini menjadi penggemar/ pendukung dari Muntadar al Zaidi (sering juga dieja Montazir Zaidi), wartawan yang melempar sepatunya ke wajah mr.bush. Ada banyak yang saya dukung atau gemari, seperti Alm. muhammad Natsir, Alm. Muhammad Hatta, Mahathir Mohammad, Mahmoud Ahmadinejad dan Laskar Hijau Partai Bulan Bintang. Namun yang paling SPEKTAKULER adalah jumlah penggemar dari Muntadar al Zaidi ini. Jumlah penggemarnya sampai saat tulisan ini saya buat sudah berjumlah 130.433 orang. Padahal baru beberapa bulan saja. Jumlah ini jauh diatas penggemar serial harry potter (128.392), Alesandro delpiero (106.526), Kaka (93.326), Zinedine Zidane (89.516), maupun Shah Rukh Khan yang "hanya" berjumlah 73.857 orang. Padahal lima jam sebelumnya, Muntadar baru memiliki penggemar 129.224 orang. Rata-rata sekitar 200 orang per jam. Begitu banyak jumlah orang yang setuju dengan tindakannya sampai ada pameo begini: "kenapa saya dilempar dengan dua sepatu oleh wartawan bodoh itu?" tanya Bush pada presiden Iraq yang mendampinginya dalam jumpa pers. Jawab sang presiden Iraq, "karena dia tak memiliki tiga sepatu, tuan". He..he..he

Selasa, 20 Januari 2009

OBAMA DILANTIK DAN KEPENTINGAN YAHUDI

Hari ini, Barrack Obama bakal dilantik sebagai presiden Amerika ke 44 menggantikan George W Bush. Rangkaian acara, menjelang acara puncak pelantikan, sudah lebih dulu dilalui. Inilah acara pelantikan presiden terbesar dalam sejarah Amerika bahkan dunia.

Melalui acara pelantikan presiden ini, Amerika tampaknya ingin menciptakan kesan seolah-olah Obama bukan hanya milik mereka, tapi juga milik dunia. Untuk itu diperlihatkan pula bahwa Obama memiliki hubungan batin dengan banyak negara di dunia. Termasuk Indonesia. Amerika ingin bersahabat dan menjadi sahabat banyak bangsa. Kita dibuai dengan berbagai publikasi tentang mr.Obama ini. Sehingga tanpa kita sadari, kita akan merasa bahwa obama itu "orang kita juga". Kita dibuat hampir saja melupakan dosa-dosa Amerika terhadap dunia. Termasuk kejahatan kemanusiaannya di banyak negeri muslim. Tanpa kita sadari juga, kita sudah dapat "memaklumi" sikap obama tentang serangan biadab Israel kepada Palestina-Obama saat itu tidak bersikap apa-apa-dengan alasan Obama belum dilantik dan belum resmi menjadi Presiden Amerika. Padahal yang kita harapkan dari bibir kang Obama ini hanya semacam sikap pribadinya tentang tragedi kemanusiaan itu. Saat ini memang telah tercapai kesepakatan damai (gencatan senjata sementara). Barangkali pula hanya untuk kelancaran acara ini saja. Entah apa pula rencana Yahudi setelahnya dibalik ini semua.

Beginilah kalau Amerika sudah merancang skenario. Mereka "melibatkan" seluruh penduduk dunia dalam pemilihan presiden mereka hingga pelantikannya. Diciptakan pula kesan presiden mereka adalah PEMIMPIN DUNIA. Memang secara geografis wilayah Amerika tampaknya hanya yang ada dalam wilayah administratif saja. Tetapi di luar itu, sebenarnya kekuasaan mereka sudah melampaui batas-batas teritorial antar negara. Baik dibidang budaya, ekonomi, teknologi, industri, telekomunikasi dan lain sebagainya. Dan bukan tidak mungkin sebentar lagi kekuasaan ini merambah bidang agama!!! Tanda-tanda ke arah itu sudah mulai tampak sekarang. Buat apa membuat acara sebesar dan semahal ini kalau tidak ada kepentingan apa-apa.

Dalam hal mengemas acara ini, tim publikasi dan pemenangan Obama ini memang sangat hebat dan dahsyat. Yahudi memandang konsep yang ditawarkan tim ini sejalan pula dengan kepentingan mereka. Tim ini bisa "dimanfaatkan" bahkan kalau memungkinkan "disusupi" untuk kepentingan Yahudi. Mau tidak mau, suka tidak suka mereka harus berada dipihak Obama jika ingin kepentingannya terakomodir. Inilah realita politik. Politik adalah kepentingan. Yang akan berjaya adalah kelompok terbesar dengan kepentingan sejenis. Dan yang akan terpilih adalah mereka yang dirasa dapat mewakili kepentingan kelompok terbesar. Kita dapat melihat ada banyak kepentingan bermain di belakang pemilihan presiden Amerika ini.
Sejak dari kepentingan ekonomi sampai kepada budaya.

Kita semestinya bijak menyikapi ini semua. Kita lihat saja nanti bagaimana kebijakan Obama dan kepentingan Yahudi terhadap dunia Islam kedepan. Apakah masih akan menerapkan standar ganda atau pura-pura melunak. Tetapi jangan sampai sikap kritis kita hilang hanya karena seremonial dan publikasi murahan seperti ini. Menutup tulisan ini, saya ingin mengutip ayat 57 Surah Al Maidah yang berbunyi: "Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan mereka yang menjadikan agama kamu sebagai ejekan dan permainan, daripada ahli kitab sebelum kamu dan orang-orang kafir itu, sebagai pemimpin dan takutlah kepada Allah, jika kamu orang-orang yang beriman".