Facebook saat ini menjadi situs pertemanan nomor satu di dunia. Dilihat dari jumlah anggota dan kepopulerannya, facebook saat ini menjangkau seluruh kategori masyarakat dunia. Hadir di hampir seluruh bahasa, setiap gender, semua umur, segala profesi, masing-masing organisasi diseluruh negara di dunia. Pokoknya lengkap kap kap.
Melalui situs ini kita bisa berteman dan bertukar informasi dengan siapa saja. Syaratnya: dapat mengakses internet, buat akun di facebook, cari teman. Jika sudah di approve oleh yang dimaksud, maka kita sudah bisa berkomunikasi dengan "teman baru" tersebut, sekalipun kita belum pernah berjumpa ataupun beliau seorang pejabat tinggi dan orang terkenal. Saling bertukar informasi, berbagi pengalaman, mengundang, memberi dukungan, berbagi foto, video, chatting, menjadi pendukung, berdiskusi, membuat grup, membuat jaringan, dll. Semuanya amatlah mudahnya.
Jika dulu orang akan merasa gaptek (gagap teknologi) jika tak tahu internet, maka sekarang orang akan menjadi butek (buta teknologi) jika tidak menjadi anggota facebook. Tidak kurang dari sejumlah artis, selebriti, cendekiawan, anggota dewan, menteri, gubernur, bupati, bahkan Presiden sudah tercatat sebagai anggota facebook. Nama-nama seperti Yusril Ihza Mahendra, Lukman Edy, Anas Urbaningrum, Muhammad Tonas, Intsiawati Ayus, bahkan Barack Obama adalah teman yang tidak asing lagi bagi pengguna facebook. Sengaja saya menyebut sedikit nama itu untuk mewakili profesi masing-masing.
Yang menarik, kita dapat menjadi pendukung seseorang jika kita tidak sedang menjadi temannya. Ambil contoh, saya saat ini menjadi penggemar/ pendukung dari Muntadar al Zaidi (sering juga dieja Montazir Zaidi), wartawan yang melempar sepatunya ke wajah mr.bush. Ada banyak yang saya dukung atau gemari, seperti Alm. muhammad Natsir, Alm. Muhammad Hatta, Mahathir Mohammad, Mahmoud Ahmadinejad dan Laskar Hijau Partai Bulan Bintang. Namun yang paling SPEKTAKULER adalah jumlah penggemar dari Muntadar al Zaidi ini. Jumlah penggemarnya sampai saat tulisan ini saya buat sudah berjumlah 130.433 orang. Padahal baru beberapa bulan saja. Jumlah ini jauh diatas penggemar serial harry potter (128.392), Alesandro delpiero (106.526), Kaka (93.326), Zinedine Zidane (89.516), maupun Shah Rukh Khan yang "hanya" berjumlah 73.857 orang. Padahal lima jam sebelumnya, Muntadar baru memiliki penggemar 129.224 orang. Rata-rata sekitar 200 orang per jam. Begitu banyak jumlah orang yang setuju dengan tindakannya sampai ada pameo begini: "kenapa saya dilempar dengan dua sepatu oleh wartawan bodoh itu?" tanya Bush pada presiden Iraq yang mendampinginya dalam jumpa pers. Jawab sang presiden Iraq, "karena dia tak memiliki tiga sepatu, tuan". He..he..he
SELAMAT DATANG..!
Terima kasih anda telah mengunjungi blog PERANAP.COM
Mari berbagi pengalaman dan pendapat disini ...
banyaklah buah perkara buah
buah mengkudu lekat di batang
banyaklah tuah perkara tuah
tuah melayu berkasih sayang..
Mari berbagi pengalaman dan pendapat disini ...
banyaklah buah perkara buah
buah mengkudu lekat di batang
banyaklah tuah perkara tuah
tuah melayu berkasih sayang..
Senin, 26 Januari 2009
Fenomena Facebook
Label:
bush,
Facebook,
gaptek,
M tonas,
muntadar al zaidi,
Obama,
presiden,
teknologi informasi,
teman
Selasa, 20 Januari 2009
OBAMA DILANTIK DAN KEPENTINGAN YAHUDI
Hari ini, Barrack Obama bakal dilantik sebagai presiden Amerika ke 44 menggantikan George W Bush. Rangkaian acara, menjelang acara puncak pelantikan, sudah lebih dulu dilalui. Inilah acara pelantikan presiden terbesar dalam sejarah Amerika bahkan dunia.
Melalui acara pelantikan presiden ini, Amerika tampaknya ingin menciptakan kesan seolah-olah Obama bukan hanya milik mereka, tapi juga milik dunia. Untuk itu diperlihatkan pula bahwa Obama memiliki hubungan batin dengan banyak negara di dunia. Termasuk Indonesia. Amerika ingin bersahabat dan menjadi sahabat banyak bangsa. Kita dibuai dengan berbagai publikasi tentang mr.Obama ini. Sehingga tanpa kita sadari, kita akan merasa bahwa obama itu "orang kita juga". Kita dibuat hampir saja melupakan dosa-dosa Amerika terhadap dunia. Termasuk kejahatan kemanusiaannya di banyak negeri muslim. Tanpa kita sadari juga, kita sudah dapat "memaklumi" sikap obama tentang serangan biadab Israel kepada Palestina-Obama saat itu tidak bersikap apa-apa-dengan alasan Obama belum dilantik dan belum resmi menjadi Presiden Amerika. Padahal yang kita harapkan dari bibir kang Obama ini hanya semacam sikap pribadinya tentang tragedi kemanusiaan itu. Saat ini memang telah tercapai kesepakatan damai (gencatan senjata sementara). Barangkali pula hanya untuk kelancaran acara ini saja. Entah apa pula rencana Yahudi setelahnya dibalik ini semua.
Beginilah kalau Amerika sudah merancang skenario. Mereka "melibatkan" seluruh penduduk dunia dalam pemilihan presiden mereka hingga pelantikannya. Diciptakan pula kesan presiden mereka adalah PEMIMPIN DUNIA. Memang secara geografis wilayah Amerika tampaknya hanya yang ada dalam wilayah administratif saja. Tetapi di luar itu, sebenarnya kekuasaan mereka sudah melampaui batas-batas teritorial antar negara. Baik dibidang budaya, ekonomi, teknologi, industri, telekomunikasi dan lain sebagainya. Dan bukan tidak mungkin sebentar lagi kekuasaan ini merambah bidang agama!!! Tanda-tanda ke arah itu sudah mulai tampak sekarang. Buat apa membuat acara sebesar dan semahal ini kalau tidak ada kepentingan apa-apa.
Dalam hal mengemas acara ini, tim publikasi dan pemenangan Obama ini memang sangat hebat dan dahsyat. Yahudi memandang konsep yang ditawarkan tim ini sejalan pula dengan kepentingan mereka. Tim ini bisa "dimanfaatkan" bahkan kalau memungkinkan "disusupi" untuk kepentingan Yahudi. Mau tidak mau, suka tidak suka mereka harus berada dipihak Obama jika ingin kepentingannya terakomodir. Inilah realita politik. Politik adalah kepentingan. Yang akan berjaya adalah kelompok terbesar dengan kepentingan sejenis. Dan yang akan terpilih adalah mereka yang dirasa dapat mewakili kepentingan kelompok terbesar. Kita dapat melihat ada banyak kepentingan bermain di belakang pemilihan presiden Amerika ini.
Sejak dari kepentingan ekonomi sampai kepada budaya.
Kita semestinya bijak menyikapi ini semua. Kita lihat saja nanti bagaimana kebijakan Obama dan kepentingan Yahudi terhadap dunia Islam kedepan. Apakah masih akan menerapkan standar ganda atau pura-pura melunak. Tetapi jangan sampai sikap kritis kita hilang hanya karena seremonial dan publikasi murahan seperti ini. Menutup tulisan ini, saya ingin mengutip ayat 57 Surah Al Maidah yang berbunyi: "Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan mereka yang menjadikan agama kamu sebagai ejekan dan permainan, daripada ahli kitab sebelum kamu dan orang-orang kafir itu, sebagai pemimpin dan takutlah kepada Allah, jika kamu orang-orang yang beriman".
Melalui acara pelantikan presiden ini, Amerika tampaknya ingin menciptakan kesan seolah-olah Obama bukan hanya milik mereka, tapi juga milik dunia. Untuk itu diperlihatkan pula bahwa Obama memiliki hubungan batin dengan banyak negara di dunia. Termasuk Indonesia. Amerika ingin bersahabat dan menjadi sahabat banyak bangsa. Kita dibuai dengan berbagai publikasi tentang mr.Obama ini. Sehingga tanpa kita sadari, kita akan merasa bahwa obama itu "orang kita juga". Kita dibuat hampir saja melupakan dosa-dosa Amerika terhadap dunia. Termasuk kejahatan kemanusiaannya di banyak negeri muslim. Tanpa kita sadari juga, kita sudah dapat "memaklumi" sikap obama tentang serangan biadab Israel kepada Palestina-Obama saat itu tidak bersikap apa-apa-dengan alasan Obama belum dilantik dan belum resmi menjadi Presiden Amerika. Padahal yang kita harapkan dari bibir kang Obama ini hanya semacam sikap pribadinya tentang tragedi kemanusiaan itu. Saat ini memang telah tercapai kesepakatan damai (gencatan senjata sementara). Barangkali pula hanya untuk kelancaran acara ini saja. Entah apa pula rencana Yahudi setelahnya dibalik ini semua.
Beginilah kalau Amerika sudah merancang skenario. Mereka "melibatkan" seluruh penduduk dunia dalam pemilihan presiden mereka hingga pelantikannya. Diciptakan pula kesan presiden mereka adalah PEMIMPIN DUNIA. Memang secara geografis wilayah Amerika tampaknya hanya yang ada dalam wilayah administratif saja. Tetapi di luar itu, sebenarnya kekuasaan mereka sudah melampaui batas-batas teritorial antar negara. Baik dibidang budaya, ekonomi, teknologi, industri, telekomunikasi dan lain sebagainya. Dan bukan tidak mungkin sebentar lagi kekuasaan ini merambah bidang agama!!! Tanda-tanda ke arah itu sudah mulai tampak sekarang. Buat apa membuat acara sebesar dan semahal ini kalau tidak ada kepentingan apa-apa.
Dalam hal mengemas acara ini, tim publikasi dan pemenangan Obama ini memang sangat hebat dan dahsyat. Yahudi memandang konsep yang ditawarkan tim ini sejalan pula dengan kepentingan mereka. Tim ini bisa "dimanfaatkan" bahkan kalau memungkinkan "disusupi" untuk kepentingan Yahudi. Mau tidak mau, suka tidak suka mereka harus berada dipihak Obama jika ingin kepentingannya terakomodir. Inilah realita politik. Politik adalah kepentingan. Yang akan berjaya adalah kelompok terbesar dengan kepentingan sejenis. Dan yang akan terpilih adalah mereka yang dirasa dapat mewakili kepentingan kelompok terbesar. Kita dapat melihat ada banyak kepentingan bermain di belakang pemilihan presiden Amerika ini.
Sejak dari kepentingan ekonomi sampai kepada budaya.
Kita semestinya bijak menyikapi ini semua. Kita lihat saja nanti bagaimana kebijakan Obama dan kepentingan Yahudi terhadap dunia Islam kedepan. Apakah masih akan menerapkan standar ganda atau pura-pura melunak. Tetapi jangan sampai sikap kritis kita hilang hanya karena seremonial dan publikasi murahan seperti ini. Menutup tulisan ini, saya ingin mengutip ayat 57 Surah Al Maidah yang berbunyi: "Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan mereka yang menjadikan agama kamu sebagai ejekan dan permainan, daripada ahli kitab sebelum kamu dan orang-orang kafir itu, sebagai pemimpin dan takutlah kepada Allah, jika kamu orang-orang yang beriman".
Label:
amerika,
bush,
Obama,
pelantikan,
yahudi
Jumat, 16 Januari 2009
MANUSIA TANPA BEBAN
Barangkali ada yang terkejut membaca judul posting saya kali ini. Betapa tidak, manusia tanpa beban, memang ada?. Tapi inilah kenyataannya. Saya sendiri kalau tidak sempat mengenal manusia satu ini, barangkali juga tidak akan percaya.
Adalah seorang sahabat yang saya kenal sejak masa kuliah dulu yang selalu terlihat apa adanya. Tanpa sesuatu yang dibuat-buat. Bahkan hampir-hampir tidak memiliki beban atau target apapun dalam kehidupannya. Mau tugas seberat apapun dari dosen, mau kesibukan teman-teman lain seperti apa, dia sama sekali tidak terpengaruh dan hanya menjalani rutinitasnya saja. Sepintas terlihat memang agak pendiam dan jarang tersenyum. Tapi semua kesan itu akan sirna dengan sendirinya dan bahkan akan terjadi kebalikannya, jika kita sudah terlibat pembicaraan dan tukar fikiran dengan beliau. Cerita apapun akan nyambung dan jadi topik menarik dari mulutnya. Bicara sosial, politik, budaya, bahasa, pemerintahan, agama, filsafat semua dikuasainya. Tak mengherankan jika kemudian banyak yang menjadikannya semacam "perpustakaan hidup" atau "literatur bejalan". Yang agak mengherankan saya adalah disiplin ilmu yang dipilihnya, yakni Akuntansi pada Fakultas Ekonomi UNRI yang beliau selesaikan dengan gilang gemilang.
Saya hampir tak pernah meliahat dia pacaran, bahkan kami- saya dan rekan sepergaulannya-mengira jangan-jangan dia tak tertarik dengan lawan jenis. Untunglah sekarang dia sudah punya putra dengan istri yang juga amat mencintai dan mengerti dia apa adanya. Ah sahabatku...
Sebagai sahabat sebenarnya dia sangat care dan mau berbagi.
Menurut informasi yang saya dengar ini semua tidak terlepas dari pola didikan kedua orang tuanya yang seorang kepala sekolah. Sebagai saudara tertua di keluarganya, dia juga sudah memberi contoh yang lumayan sempurna bagi semua adik-adiknya. Catatan akademis mereka adik beradik sekeluarga sungguh sangat fantastis!. Mereka sekeluarga terkenal sebagai "keluarga langganan juara umum" di sekolah masing-masing. Entah sudah berapa piala yang mereka bawa pulang.
Sengaja saya posting artikel ini sebagai penghargaan atas sahabat saya satu ini. Sebenarnya saya tidak terbiasa memuji apalagi menyanjung orang. Tapi ini semua adalah kenyataan dan faktanya. Jadi mau bagaimana lagi. Orang seperti beliau yang sudah ditawari bekerja oleh banyak instansi, baik pemerintah, swasta bahkan di kantor gubernur. Tapi entah kenapa dia lebih memilih hidup secara amat bersahaja bersama istri dan putranya di kampung sekarang ini. Entahlah saya tidak tahu alasannya. Teman yang satu ini memang penuh misteri bagi saya. Terkadang saya "iri" juga melihatnya. Hampir tidak pernah saya temui orang seperti Indra Hasbi,SE,Ak- demikian nama teman saya ini- dalam kehidupan saya.
Adalah seorang sahabat yang saya kenal sejak masa kuliah dulu yang selalu terlihat apa adanya. Tanpa sesuatu yang dibuat-buat. Bahkan hampir-hampir tidak memiliki beban atau target apapun dalam kehidupannya. Mau tugas seberat apapun dari dosen, mau kesibukan teman-teman lain seperti apa, dia sama sekali tidak terpengaruh dan hanya menjalani rutinitasnya saja. Sepintas terlihat memang agak pendiam dan jarang tersenyum. Tapi semua kesan itu akan sirna dengan sendirinya dan bahkan akan terjadi kebalikannya, jika kita sudah terlibat pembicaraan dan tukar fikiran dengan beliau. Cerita apapun akan nyambung dan jadi topik menarik dari mulutnya. Bicara sosial, politik, budaya, bahasa, pemerintahan, agama, filsafat semua dikuasainya. Tak mengherankan jika kemudian banyak yang menjadikannya semacam "perpustakaan hidup" atau "literatur bejalan". Yang agak mengherankan saya adalah disiplin ilmu yang dipilihnya, yakni Akuntansi pada Fakultas Ekonomi UNRI yang beliau selesaikan dengan gilang gemilang.
Saya hampir tak pernah meliahat dia pacaran, bahkan kami- saya dan rekan sepergaulannya-mengira jangan-jangan dia tak tertarik dengan lawan jenis. Untunglah sekarang dia sudah punya putra dengan istri yang juga amat mencintai dan mengerti dia apa adanya. Ah sahabatku...
Sebagai sahabat sebenarnya dia sangat care dan mau berbagi.
Menurut informasi yang saya dengar ini semua tidak terlepas dari pola didikan kedua orang tuanya yang seorang kepala sekolah. Sebagai saudara tertua di keluarganya, dia juga sudah memberi contoh yang lumayan sempurna bagi semua adik-adiknya. Catatan akademis mereka adik beradik sekeluarga sungguh sangat fantastis!. Mereka sekeluarga terkenal sebagai "keluarga langganan juara umum" di sekolah masing-masing. Entah sudah berapa piala yang mereka bawa pulang.
Sengaja saya posting artikel ini sebagai penghargaan atas sahabat saya satu ini. Sebenarnya saya tidak terbiasa memuji apalagi menyanjung orang. Tapi ini semua adalah kenyataan dan faktanya. Jadi mau bagaimana lagi. Orang seperti beliau yang sudah ditawari bekerja oleh banyak instansi, baik pemerintah, swasta bahkan di kantor gubernur. Tapi entah kenapa dia lebih memilih hidup secara amat bersahaja bersama istri dan putranya di kampung sekarang ini. Entahlah saya tidak tahu alasannya. Teman yang satu ini memang penuh misteri bagi saya. Terkadang saya "iri" juga melihatnya. Hampir tidak pernah saya temui orang seperti Indra Hasbi,SE,Ak- demikian nama teman saya ini- dalam kehidupan saya.
Kamis, 15 Januari 2009
BRI PERANAP TAK PROFESIONAL
Bank Rakyat Indonesia unit Peranap tidak profesional, demijian kesimpulan saya. Ceritanya bermula ketika pada tanggal 5 Januari yang lalu, saya mengirim uang untuk keperluan putra sulung saya yang sedang menuntut ilmu di Pondok Pesantren Nurul Hidayah Bantan Tua Bengkalis.
Uang tersebut saya kirim kepada rekening adik ipar saya di Bengkalis melalui BRI UNIT PERANAP. Namun setelah menunggu sampai hari ini (15/1) uang tersebut belum juga masuk ke rekening dimaksud. Saya pun lalu mendatangi BRI menanyakan duduk persoalannya. Saya lalu dilayani seorang karyawati. Setelah saya perlihatkan lembar kuning slip tranfer, eh tahu tahu sang karyawati dengan enteng berkata "mau diambil uangnya, apa dilanjutkan tranfernya, bang?". Saya jadi bingung dan balik bertanya "belum jadi dikirim, ya buk?". Kata si karyawati sih sudah, tapi balik lagi. Memang pada hari saya mentransfer tidak satupun aplikasi yang di validasi, termasuk aplikasi saya. "mau nya kemarin abang tahu kode bank nya" karyawati itu melanjutkan ocehannya. Saya jadi geram mendengarnya. Untung saya masih bisa bersikap sabar. "sekarang abang fotokopi KTP dan beli materai rp 6000, agar bisa kita proses" lanjutnya tanpa mempedulikan kekecewaan saya. Karena ingin selesai cepat, saya lalu menurut saja tanpa sempat bertanya.
Yang membuat saya amat kecewa adalah tidak adanya penjelasan maupun keteranga apa pun dari pihak bank. Kalau dinilai dari jumlahnya, barangkali kiriman saya tak ada arti bagi karyawati itu, hanya lima ratus ribu rupiah. Tapi bagi kami amat sangat bernilai, mengingat uang tersebut dibutuhkan untuk kelanjutan "hidup" anak saya di "rantau".
Sudahlah tanpa penjelasan, urusannya berbelit, eh saya masih dibebankan ongkos kirim sekali lagi sebesar dua belas ribu rupiah. Padahal sewaktu transfer tanggal 5 Januari itu pun saya sudah dibebankan ongkos kirim sejumlah yang sama. Ternyata apa yang jadi slogan atau motto dari BRI belum difahami dan dihayati oleh karyawannya sendiri. Baru sebatas kalimat pembentuk imej belaka.
Uang tersebut saya kirim kepada rekening adik ipar saya di Bengkalis melalui BRI UNIT PERANAP. Namun setelah menunggu sampai hari ini (15/1) uang tersebut belum juga masuk ke rekening dimaksud. Saya pun lalu mendatangi BRI menanyakan duduk persoalannya. Saya lalu dilayani seorang karyawati. Setelah saya perlihatkan lembar kuning slip tranfer, eh tahu tahu sang karyawati dengan enteng berkata "mau diambil uangnya, apa dilanjutkan tranfernya, bang?". Saya jadi bingung dan balik bertanya "belum jadi dikirim, ya buk?". Kata si karyawati sih sudah, tapi balik lagi. Memang pada hari saya mentransfer tidak satupun aplikasi yang di validasi, termasuk aplikasi saya. "mau nya kemarin abang tahu kode bank nya" karyawati itu melanjutkan ocehannya. Saya jadi geram mendengarnya. Untung saya masih bisa bersikap sabar. "sekarang abang fotokopi KTP dan beli materai rp 6000, agar bisa kita proses" lanjutnya tanpa mempedulikan kekecewaan saya. Karena ingin selesai cepat, saya lalu menurut saja tanpa sempat bertanya.
Yang membuat saya amat kecewa adalah tidak adanya penjelasan maupun keteranga apa pun dari pihak bank. Kalau dinilai dari jumlahnya, barangkali kiriman saya tak ada arti bagi karyawati itu, hanya lima ratus ribu rupiah. Tapi bagi kami amat sangat bernilai, mengingat uang tersebut dibutuhkan untuk kelanjutan "hidup" anak saya di "rantau".
Sudahlah tanpa penjelasan, urusannya berbelit, eh saya masih dibebankan ongkos kirim sekali lagi sebesar dua belas ribu rupiah. Padahal sewaktu transfer tanggal 5 Januari itu pun saya sudah dibebankan ongkos kirim sejumlah yang sama. Ternyata apa yang jadi slogan atau motto dari BRI belum difahami dan dihayati oleh karyawannya sendiri. Baru sebatas kalimat pembentuk imej belaka.
Rabu, 14 Januari 2009
Peristiwa Besar dalam Kalender Arab
Berikut adalah peristiwa besar yang terjadi pada hari-hari dalam kalender arab kuno, masehi dan hijriyah.
#Awal atau minggu atau ahad
1. Allah menciptakan alam semesta.
2. Allah menciptakan binatang-binatang.
3. Allah menciptakan api neraka.
4. Allah menciptakan bumi yang ke tujuh.
5. Allah menciptakan samudra dan lautan yang ke tujuh.
6. Allah menciptakan anggota badan manusia yang ke tujuh.
7. Allah menciptakan hari yang ketujuh.
#Ahwanu atau senin atau itsnain
1. Nabi Idris as dinaikkan Allah ke langit.
2. Nabi Musa as mengunjungi Bukit Tursina.
3. Bukti ke Esa-an Allah diturunkan. Qul huwallahu ahad.
4. Nabi Muhammad saw dilahirkan.
5. Wahyu pertama disampaikan Jibril kepada Nabi Muhammad saw.
6. Rasulullah wafat.
#Jabbar atau selasa atau tsulasa
1. Nabi Yahya as terbunuh.
2. Nabi Zakaria as terbunuh.
3. Para tukang sihir fir'aun terbunuh.
4. Asiah, isteri fir'aun terbunuh.
5. Lembu kaum Bani Israel disembelih.
6. Habil anak Nabi Adam as terbunuh.
#Dabbar atau rabu atau arba'a
1. Qarun hancur binasa.
2. Fir'aun dan bala tentaranya tenggelam dalam lautan.
3. Raja Namrud pada masa Nabi Ibrahim as ditewaskan nyamuk.
4. Umat Nabi Saleh as yang zalim dihancurkan oleh Jibril dengan teriakan keras.
5. Syahdad bin 'Ad musnah.
6. Umat Nabi Hud as yang keras kepala dimusnahkan oleh Allah dengan hembusan badai topan.
#Mu'annas atau kamis atau khamis
1. Nabi Ibrahim memasuki kerajaan Mesir.
2. Saudara-saudara Nabi Yusuf as menemuinya dan mereka dilayani dengan baik.
3. Bunyamin menemui Nabi Yusuf as di Mesir.
4. Nabi Ya'kub as bertemu dengan anaknya Yusuf as.
5. Nabi Musa as memasuki Mesir.
6. Nabi Muhammad saw memasuki Mekkah.
#'Urubah atau jum'at atau jumu'ah (berhimpun)
1. Nabi Adam as menikah dengan Siti Hawa.
2. Nabi Yusuf as menikah dengan Siti Zulaikha.
3. Nabi Musa as menikah dengan Siti Shafura anak Nabi Syu'aib as.
4. Nabi Sulaiman as bin Daud as menikah dengan Siti Balqis, ratu kerajaan Sabak.
5. Rasulullah saw menikah dengan Siti Khadijah.
6. Ali bin Abi Thalib ra menikah dengan Siti Fatimah azzahrah.
7. Rasulullah saw menikah dengan Siti 'Aisyah.
#Syair atau sabtu (memotong)
1. Nabi Nuh as diolok-olok kaumnya.
2. Nabi Saleh as ditipu umatnya.
3. Nabi Yusuf as ditipu saudara-saudaranya.
4. Nabi Musa as ditindas oleh Fir'aun.
5. Nabi Isa as diperdaya oleh kaum Yahudi.
6. Nabi Muhammad saw menjadi topik bahasan kafir Quraisy.
Demikianlah antara lain yang saya kutip dari Buku Pintar Agama Islam edisi senior, cetakan ke xiii Muharram 1424 H/Maret 2003, halaman 425, penyusun Syamsul Rijal Hamid, penerbit Penebar salam. Semoga ada manfaatnya.
#Awal atau minggu atau ahad
1. Allah menciptakan alam semesta.
2. Allah menciptakan binatang-binatang.
3. Allah menciptakan api neraka.
4. Allah menciptakan bumi yang ke tujuh.
5. Allah menciptakan samudra dan lautan yang ke tujuh.
6. Allah menciptakan anggota badan manusia yang ke tujuh.
7. Allah menciptakan hari yang ketujuh.
#Ahwanu atau senin atau itsnain
1. Nabi Idris as dinaikkan Allah ke langit.
2. Nabi Musa as mengunjungi Bukit Tursina.
3. Bukti ke Esa-an Allah diturunkan. Qul huwallahu ahad.
4. Nabi Muhammad saw dilahirkan.
5. Wahyu pertama disampaikan Jibril kepada Nabi Muhammad saw.
6. Rasulullah wafat.
#Jabbar atau selasa atau tsulasa
1. Nabi Yahya as terbunuh.
2. Nabi Zakaria as terbunuh.
3. Para tukang sihir fir'aun terbunuh.
4. Asiah, isteri fir'aun terbunuh.
5. Lembu kaum Bani Israel disembelih.
6. Habil anak Nabi Adam as terbunuh.
#Dabbar atau rabu atau arba'a
1. Qarun hancur binasa.
2. Fir'aun dan bala tentaranya tenggelam dalam lautan.
3. Raja Namrud pada masa Nabi Ibrahim as ditewaskan nyamuk.
4. Umat Nabi Saleh as yang zalim dihancurkan oleh Jibril dengan teriakan keras.
5. Syahdad bin 'Ad musnah.
6. Umat Nabi Hud as yang keras kepala dimusnahkan oleh Allah dengan hembusan badai topan.
#Mu'annas atau kamis atau khamis
1. Nabi Ibrahim memasuki kerajaan Mesir.
2. Saudara-saudara Nabi Yusuf as menemuinya dan mereka dilayani dengan baik.
3. Bunyamin menemui Nabi Yusuf as di Mesir.
4. Nabi Ya'kub as bertemu dengan anaknya Yusuf as.
5. Nabi Musa as memasuki Mesir.
6. Nabi Muhammad saw memasuki Mekkah.
#'Urubah atau jum'at atau jumu'ah (berhimpun)
1. Nabi Adam as menikah dengan Siti Hawa.
2. Nabi Yusuf as menikah dengan Siti Zulaikha.
3. Nabi Musa as menikah dengan Siti Shafura anak Nabi Syu'aib as.
4. Nabi Sulaiman as bin Daud as menikah dengan Siti Balqis, ratu kerajaan Sabak.
5. Rasulullah saw menikah dengan Siti Khadijah.
6. Ali bin Abi Thalib ra menikah dengan Siti Fatimah azzahrah.
7. Rasulullah saw menikah dengan Siti 'Aisyah.
#Syair atau sabtu (memotong)
1. Nabi Nuh as diolok-olok kaumnya.
2. Nabi Saleh as ditipu umatnya.
3. Nabi Yusuf as ditipu saudara-saudaranya.
4. Nabi Musa as ditindas oleh Fir'aun.
5. Nabi Isa as diperdaya oleh kaum Yahudi.
6. Nabi Muhammad saw menjadi topik bahasan kafir Quraisy.
Demikianlah antara lain yang saya kutip dari Buku Pintar Agama Islam edisi senior, cetakan ke xiii Muharram 1424 H/Maret 2003, halaman 425, penyusun Syamsul Rijal Hamid, penerbit Penebar salam. Semoga ada manfaatnya.
Label:
fir'aun,
hari arab,
islam,
nabi menikah,
nabi terbunuh,
nabi-nabi,
peristiwa besar,
qarun
Langganan:
Postingan (Atom)